Dua Kekalahan Beruntun Borneo FC, Masalah 'Kehabisan Bensin', dan Persaingan Sengit di Puncak

Borneo FC Menghadapi Tantangan Berat di Super League 2025/2026

Borneo FC Samarinda sedang menghadapi periode terberat dalam kompetisi Super League 2025/2026. Setelah mencatatkan rekor 11 kemenangan beruntun—yang merupakan pencapaian langka di sepak bola Indonesia—kini tim asuhan Fabio Lefundes mengalami dua kekalahan berturut-turut dari Bali United dan Persib Bandung. Hal ini memicu isu bahwa Borneo FC mulai "kehabisan bensin," namun para pemain dan pelatih menolak anggapan tersebut.

Kekalahan yang terjadi membuat persaingan di puncak klasemen semakin ketat. Saat ini, Borneo FC masih berada di posisi pertama dengan 33 poin dari 13 laga. Namun jaraknya dengan Persija Jakarta hanya empat poin, sementara Persib Bandung hanya berjarak lima poin. Persib bahkan memiliki peluang memperkecil jarak jika mereka menang dalam pertandingan tunda melawan Malut United pada 14 Desember 2025.

Kekalahan dari Bali United: Hentinya Rekor 11 Kemenangan Beruntun

Rekor impresif Borneo FC akhirnya terhenti pada 30 November 2025. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di Stadion Segiri, Samarinda, Pesut Etam harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Bali United pada pekan ke-14 Super League 2025/2026. Meski Borneo FC tampil menekan dan memimpin statistik penguasaan bola, efektivitas serangan lawan justru membuat mereka pulang tanpa satu pun poin.

Kekalahan ini sempat dianggap sebagai "kecelakaan biasa" dalam dunia sepak bola. Namun, kekalahan berikutnya membuat publik mulai bertanya: ada apa dengan Borneo FC?

Kekalahan dari Persib Bandung: Munculnya Isu ‘Kehabisan Bensin’

Laga tunda pekan keempat pada Jumat, 5 Desember 2025, menjadi titik kritis kedua. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Borneo FC tidak mampu menahan tekanan Persib Bandung. Skor akhir 1-3 membuat Pesut Etam kembali gagal meraih poin. Dominasi Persib terlihat sejak menit awal. Tim asuhan Bojan Hodak tampil solid, agresif, dan disiplin. Borneo FC tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan Maung Bandung, terutama pada babak kedua.

Dua kekalahan ini membuat sejumlah pengamat mengatakan bahwa Borneo FC mulai kehabisan tenaga setelah start luar biasa di awal musim. Namun, pemain Borneo FC, Fajar Fathur Rahman, langsung membantah anggapan ini.

Fajar Fathur Rahman: “Kami Tidak Kehabisan Bensin”

Dalam wawancara dengan awak media, termasuk BolaSport.com, Fajar menegaskan bahwa kondisi tim masih solid. Ia menganggap dua kekalahan beruntun sebagai bagian dari perjalanan panjang kompetisi. “Saya pikir setiap tahun pasti ada anggapan begitu. Tapi yang paling penting, Borneo tetap Borneo,” ujarnya tegas.

Ia juga mengingatkan publik bahwa sebelum dua kekalahan tersebut, Borneo FC telah mencatat 11 kemenangan beruntun—prestasi yang tidak bisa dianggap enteng. “Ya, kalah dua kali, tapi mereka lupa bahwa kami juga menang 11 kali,” tambah Fajar.

Menurutnya, tugas tim sekarang adalah bangkit dan kembali fokus. Hal itu menjadi sangat penting karena Borneo FC akan menghadapi tiga laga berat berturut-turut melawan Persebaya Surabaya, Malut United, dan PSM Makassar.

Alfharezzi Buffon: “Dalam Sepak Bola, Kita Tidak Selamanya di Atas”

Pendapat senada datang dari bek Borneo FC, Alfharezzi Buffon. Dalam acara Indonesia Sports Summit di Indonesia Arena, Jakarta, ia menyebutkan bahwa apa yang dialami Borneo FC adalah dinamika yang normal. “Itu namanya juga sepak bola. Ada saatnya kita di atas dan ada saatnya kita di bawah,” ujarnya.

Buffon menegaskan bahwa tim harus tetap termotivasi dan menjadikan dua kekalahan itu sebagai bahan evaluasi besar. Ia juga menyoroti persaingan ketat di papan atas antara Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Menurutnya, tekanan dari dua klub besar tersebut justru menjadi motivasi tambahan. “Nah sekarang banyak tim-tim yang di bawah yang sudah mulai menyusul. Itu jadi motivasi buat kita, agar selalu kerja keras,” ujarnya.

Persaingan Ketat Puncak Klasemen Super League 2025/2026

Situasi klasemen kian panas setelah pekan ke-14. Borneo FC masih bertengger di posisi pertama dengan 33 poin dari 13 laga. Namun jaraknya dengan Persija Jakarta hanya empat poin, sementara Persib Bandung hanya berjarak lima poin. Persib bahkan memiliki peluang memperkecil jarak karena masih memiliki satu pertandingan tunda menghadapi Malut United pada 14 Desember 2025 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara.

Jika Persib menang, jarak mereka dengan Borneo FC bisa tinggal dua poin saja—sebuah tekanan besar bagi tim asuhan Fabio Lefundes.

Fabio Lefundes: Evaluasi Total Usai Dipermalukan Persib

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa dua kekalahan ini menjadi alarm bagi tim. Ia berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemain maupun strategi. “Tiga poin memang layak untuk Persib yang tampil dominan sejak menit awal,” kata Lefundes.

Meski demikian, ia tetap optimistis Borneo FC bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan seperti 11 laga sebelumnya. Masa depan Borneo FC kini berada pada kemampuan mereka merespons tekanan, mengembalikan mental juara, dan menjaga konsistensi permainan.

Laga Berat Menanti: Persebaya, Malut United, dan PSM Makassar

Jadwal Borneo FC dalam beberapa minggu ke depan tak memberikan banyak ruang untuk bernafas. Persebaya dikenal sebagai tim yang sulit diprediksi, Malut United tengah bersinar sebagai klub baru yang kompetitif, sementara PSM Makassar terkenal sebagai tim dengan mental tanding tinggi. Fajar dan Buffon sama-sama menegaskan bahwa tiga laga ini tak boleh dianggap remeh.

Jika Borneo FC ingin mempertahankan puncak klasemen, mereka wajib meminimalkan kesalahan yang sebelumnya dilakukan saat melawan Bali United dan Persib.

Kondisi Mental, Konsistensi, dan Ancaman Ketat dari Rival

Masalah terbesar Borneo FC saat ini bukanlah fisik atau strategi, melainkan konsistensi dan stabilitas mental. Tim yang terlalu nyaman di puncak klasemen terkadang lupa bahwa kompetisi selalu menghadirkan kejutan. Persija dan Persib, dua klub dengan basis suporter besar, tidak akan membiarkan Borneo FC melenggang mulus. Kedua tim itu terus membayangi dan siap menyalip kapan saja.

Hanya satu hal yang pasti: perjalanan menuju gelar juara musim 2025/2026 masih sangat panjang dan penuh tekanan.

Klasemen Super League Sementara

Klub D M S K GM GK -/+ P
Borneo FC 13 11 0 2 25 8 17 33
Persija Jakarta 13 9 2 2 27 12 15 29
Persib 12 9 1 2 22 8 14 28
13 6 4 3 16 15 1 22
12 6 4 2 20 13 7 22
Bhayangkara FC 13 5 4 4 12 9 3 19
Persita 13 5 4 4 16 13 3 19
PSM Makasar 13 4 7 2 20 13 7 19
Persebaya 13 4 6 3 15 13 2 18
Arema FC 13 4 5 4 19 18 1 17
Bali United 13 4 5 4 16 18 -2 17
Persik 13 4 3 6 15 19 -4 15
Madura United 13 3 4 6 11 17 -6 13
13 4 1 8 12 22 -10 13
PSBS Biak 13 3 3 7 13 27 -14 12
Persijap 13 2 2 9 13 23 -10 8
13 4 1 8 12 22 -10 13
Semen Padang 2 2 1 10 9 20 -11 7
13 1 4 8 14 26 -12 7





Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan