Dua Kelompok Warga Larantuka Berselisih, Penyebabnya Masih Misteri

Dua Kelompok Warga Larantuka Berselisih, Penyebabnya Masih Misteri

Tawuran Massa Kembali Terjadi di Larantuka

Tawuran massa kembali terjadi di Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, NTT. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (3/1/2026) pagi. Saat ini, penyebab atau pemicu dari bentrokan tersebut masih belum diketahui.

Berdasarkan video yang beredar, dua kelompok warga saling melempar batu hingga botol kaca di perbatasan antara wilayah Kelurahan Postoh dan Amagarapati. Dikabarkan bahwa tawuran itu melibatkan sejumlah warga dari kedua kelurahan tersebut. Wilayah-wilayah ini sering mengalami tawuran yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Anak-anak Postoh dan Amagarapati bentrok lagi, baku lempar batu," ujar seorang warga di Larantuka, meminta identitasnya dirahasiakan.

Tawuran mulai pecah sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, kemudian berlanjut hingga pagi harinya. Kedua kubu dari arah berlawanan saling menyerang jarak jauh dengan batu. Lokasi tawuran itu berada sekitar puluhan meter dari Mapolres Flores Timur di Kelurahan Ekasapta, sementara Kodim 1624 Flotim berjarak sekitar 600 meter.

Sejumlah personel dari dua instansi ini dikabarkan sempat mengamankan situasi tawuran. Namun, bentrokan justru kembali terjadi hingga pagi harinya. Warga berharap penegak hukum dapat menangkap oknum-oknum provokator yang suka memicu pertikaian. Peristiwa berulang ini pernah terjadi lebih dari tiga kali dalam setahun.

"Tawuran ini hanya membuat kita tidak nyaman, kampungan sekali, kenapa suka sekali dengan kegaduhan," sesalnya.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhytia Octorio Putra, melalui Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) AKP Eliezer Kalelado, mengaku belum menerima informasi tawuran tersebut. "Beta (saya) belum monitor," ujar Eliezer saat dikonfirmasi via WhatsApp pukul 14.11 Wita.

Faktor Penyebab Tawuran

Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab tawuran antara warga Kelurahan Postoh dan Amagarapati adalah:

  • Perbedaan Sosial dan Budaya: Kedua kelurahan memiliki latar belakang budaya dan sosial yang berbeda, yang bisa memicu konflik.
  • Sumber Daya yang Terbatas: Ketersediaan sumber daya seperti lahan pertanian atau akses ke fasilitas umum bisa menjadi sumber ketegangan.
  • Pengaruh Lingkungan: Anak-anak muda yang tinggal di daerah tersebut mungkin terpengaruh oleh lingkungan yang rentan terhadap kekerasan.

Langkah yang Dilakukan Pihak Berwajib

Meskipun polisi dan militer telah berupaya untuk mengamankan situasi, tawuran tetap terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan langkah-langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mencegah konflik serupa di masa depan.

  • Peningkatan Patroli: Memperkuat kehadiran aparat di lokasi-lokasi yang rawan tawuran.
  • Pendidikan dan Edukasi: Memberikan pendidikan tentang pentingnya perdamaian dan kerja sama antar komunitas.
  • Pemanggilan Tokoh Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat dalam upaya mediasi dan pencegahan konflik.

Kesimpulan

Tawuran yang terjadi di Larantuka menunjukkan bahwa masalah keamanan dan ketertiban masyarakat masih menjadi tantangan besar. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan