Dulu Dikritik, Kini Lapangan Stadion Malaysia Dapat Nilai Tinggi FIFA

Pengakuan FIFA terhadap Kualitas Lapangan Stadion Nasional Bukit Jalil

Stadion Nasional Bukit Jalil (SNBJ) yang menjadi kandang bagi Timnas Malaysia telah mendapatkan pengakuan internasional dari FIFA. Hal ini menunjukkan bahwa stadion yang berada di Malaysia tersebut telah memenuhi standar kualitas yang tinggi dalam hal permukaan lapangan alami.

Pengumuman ini dilakukan oleh Perusahaan Stadion Malaysia (PSM) melalui situs resmi mereka. Menurut pernyataan PSM, SNBJ berhasil meraih peringkat "Sangat Baik" dengan skor sebesar 86 persen dari FIFA. Penilaian ini dilakukan berdasarkan Program Kualitas Permukaan Lapangan Alami FIFA, yang mencakup penilaian terhadap kualitas, keamanan, dan performa lapangan.

Penilaian Berdasarkan Standar Internasional

Menurut PSM, skor yang diberikan oleh FIFA didasarkan pada beberapa aspek penting. Dalam pernyataannya, PSM menyebutkan bahwa lapangan rumput alami di SNBJ telah memenuhi standar kelas internasional. Ini menunjukkan bahwa stadion tersebut mampu menyelenggarakan pertandingan olahraga maupun acara kelas tinggi dengan kondisi yang optimal.

Selain itu, PSM juga menekankan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan lapangan dilakukan secara profesional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa lapangan selalu dalam kondisi terbaik, baik untuk pertandingan sepak bola maupun acara lainnya.

Proses Penilaian dan Reaksi dari Pemimpin PSM

Direktur Utama PSM, Iliyas Jamil, mengungkapkan bahwa peringkat ini diterima pekan lalu setelah uji kualitas lapangan dilakukan oleh FIFA pada Oktober 2025. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya PSM melakukan pemeringkatan FIFA, setelah disarankan oleh anggota dewan PSM, Datuk Windsor Paul.

Iliyas menjelaskan bahwa skor 86 persen yang diperoleh merupakan hasil yang sangat baik. Ia menambahkan bahwa nilai sempurna harus berada di atas 85 persen, sehingga 86 persen menunjukkan bahwa SNBJ telah melebihi standar yang ditetapkan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada staf PSM yang bekerja keras untuk menjaga kualitas lapangan. Meskipun stadion sering digunakan untuk berbagai konser dan acara besar, PSM tetap memastikan bahwa kondisi rumput tetap dalam keadaan baik.

Upaya Perbaikan dan Inovasi Lokal

Dalam beberapa tahun terakhir, SNBJ sering mendapat kritik dari para penggemar dan tim yang bermain di stadion tersebut. Tahun 2022 silam, kondisi lapangan sempat dikritik keras karena rumput yang sering rusak dan sistem drainase yang tidak memadai.

Namun, beberapa langkah perbaikan telah diambil. Salah satunya adalah penggantian rumput dengan kualitas yang lebih baik dan perbaikan sistem drainase air. Selain itu, PSM juga mengembangkan prosedur operasi standar (SOP) internal untuk memastikan kualitas lapangan tetap terjaga.

Iliyas menegaskan bahwa keahlian yang digunakan untuk memelihara permukaan lapangan berasal sepenuhnya dari lokal. Bahkan, PSM bersedia membagikan pengetahuan tersebut kepada pihak lain yang membutuhkan.

Fungsi dan Kapasitas Stadion Nasional Bukit Jalil

Selain sebagai markas bagi skuad Harimau Malaya, SNBJ juga sering menjadi tuan rumah final turnamen domestik. Dengan kapasitas mencapai 87.500 penonton, SNBJ hingga saat ini masih menjadi stadion terbesar di Asia Tenggara.

Stadion ini dibangun pada 1 Januari 1995 dengan tujuan utama sebagai tuan rumah Commonwealth Games 1998. Sejak saat itu, SNBJ telah menjadi simbol penting dalam sejarah olahraga Malaysia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan