
Penindakan Terhadap Pengamen Galak di Sokaraja
Jalanan di Sokaraja yang biasanya ramai dan lancar kini sering terganggu oleh ulah oknum pengamen yang tidak bertanggung jawab. Bagi para pengguna jalan, hal yang paling menjengkelkan adalah disodori kaleng bekas sambil dipaksa merogoh kocek, padahal lampu lalu lintas sudah berubah hijau. Keluhan ini akhirnya sampai ke telinga aparat setempat, sehingga Forkopimcam Sokaraja langsung menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) pada Sabtu (3/1/2026).
Operasi ini dilakukan untuk menangani masalah yang sering mengganggu kenyamanan warga. Hasil dari penyisiran di sejumlah ruas jalan utama ternyata membuahkan hasil. Petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial AB (43), yang diketahui merupakan warga Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara.
Pengamen yang Menyebalkan
AB tidak bisa berkutik saat didatangi petugas. Ia dinilai melampaui batas dalam mencari nafkah di jalanan. AKP Wawan Dwi Leksono, Kapolsek Sokaraja, menjelaskan bahwa penindakan ini bukanlah aksi iseng, melainkan respons langsung atas keluhan warga yang merasa tidak nyaman.
"Setelah mendapat informasi dari warga, kami langsung bergerak bersama Forkopimcam Sokaraja. Yang bersangkutan diamankan karena ada laporan pengamen yang kerap memaksa," ujarnya kepada nurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).
Setelah diamankan, AB diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya yang membuat warga resah.
Operasi Pembersihan Jalanan Bukan Pertama Kalinya
Ternyata, operasi bersih-bersih jalanan ini bukan kali pertama dilakukan. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Senin (29/12/2025), Forkopimcam Sokaraja juga "panen" tangkapan. Kala itu, delapan orang yang terdiri dari pengamen dan tukang sulak (pembersih kaca mobil) diamankan.
Yang mengejutkan, dari saku mereka, petugas tidak hanya menemukan uang receh. Ada barang bukti lain yang bikin geleng-geleng kepala: delapan saset minuman berenergi dan satu botol minuman keras jenis ciu ukuran seperempat liter. Empat buah gitar kecil turut disita dan diamankan ke kantor Satpol PP Kabupaten Banyumas sebagai efek jera.
Respons Cepat Polisi
Bagi AKP Wawan, kenyamanan warga adalah harga mati. Ia memastikan patroli di jalan-jalan utama Sokaraja tidak akan kendor. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap adem.
Polisi berjanji tidak akan menutup mata jika ada gangguan serupa di kemudian hari. "Kami akan terus berusaha merespons cepat setiap laporan atau situasi yang mengganggu dan membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Harapan Masyarakat
Kini, warga Sokaraja bisa sedikit bernapas lega. Penertiban ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa saja agar tetap menjaga etika di ruang publik. Dengan langkah-langkah yang dilakukan, diharapkan ke depannya tidak ada lagi pengamen galak yang mengganggu kenyamanan warga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar