Ekonomi Kaltim melambat, BI ungkap penyebab dan prediksi 2026

Ekonomi Kaltim melambat, BI ungkap penyebab dan prediksi 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Melambat di Triwulan III 2025

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Triwulan III 2025 mengalami perlambatan signifikan, hanya mencapai 4,26 persen secara tahunan (yoy). Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan ini menjadi alarm bagi pihak terkait, terutama karena ketergantungan besar daerah ini terhadap sektor pertambangan dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penyebab Utama Perlambatan Ekonomi

Menurut laporan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim yang dirilis Desember 2025, perlambatan ekonomi Kaltim terutama disebabkan oleh sektor pertambangan. Produksi batubara mengalami penurunan akibat dua faktor utama: tingginya curah hujan lokal yang mengganggu operasi produksi, serta melemahnya permintaan dari negara mitra dagang utama.

Selain itu, sektor konstruksi yang sebelumnya diharapkan menjadi motor penggerak melalui proyek IKN justru mengalami kontraksi. BI menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena progres pembangunan IKN di periode laporan cenderung termoderasi setelah percepatan luar biasa di Triwulan III 2024 untuk mengejar target penyelesaian fase I di akhir tahun 2024. Artinya, akselerasi tahun lalu kini diikuti fase perlambatan.

Sektor Lain Juga Ikut Melambat

Selain sektor pertambangan dan konstruksi, beberapa sektor lain juga mengalami perlambatan. Industri pengolahan melambat karena penurunan kinerja industri minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan moderasi pertumbuhan industri pengolahan migas. Sementara itu, sektor pertanian melambat karena tertahannya kinerja perkebunan kelapa sawit dan perlambatan subsektor perikanan, yang tercermin dari melemahnya volume ekspor perikanan.

Di sektor perdagangan, penurunan pelaksanaan event berskala nasional dan regional menyebabkan jumlah kunjungan ke Kaltim tertahan. Dari sisi pengeluaran, ekspor Kaltim tertekan akibat melemahnya permintaan komoditas utama seperti batubara dan CPO. Konsumsi rumah tangga juga melambat seiring penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di Tahun 2026

Meskipun pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat di triwulan III tahun ini, prediksi Bank Indonesia menunjukkan optimisme untuk tahun 2026. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Samarinda, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kaltim akan meningkat di kisaran 4,50 hingga 5,30 persen.

Lonjakan ini didorong oleh peningkatan kapasitas industri refinery migas, percepatan pembangunan proyek strategis, serta penguatan investasi secara keseluruhan. Inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran nasional, yaitu 2,5 ± 1 persen. Prediksi ini diyakini semakin solid berkat koordinasi pengendalian inflasi antar-instansi serta inovasi kebijakan yang terus digulirkan di tingkat daerah.

Namun, Bank Indonesia mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga. Beberapa risiko potensial yang dapat mengganggu prospek positif tersebut antara lain transisi energi global yang menahan permintaan batubara, gejolak harga emas dan minyak dunia, serta risiko iklim yang dapat menekan kinerja sektor pertanian.

Kolaborasi sebagai Fondasi Utama

Asisten II Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi Kaltim bertumpu pada kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, hingga akademisi. Menurutnya, sinergi kuat adalah fondasi utama untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan