Ekosistem Keuangan Syariah BSI Tumbuh 24%, AUC Tembus Rp122,89 Triliun

Perkembangan Ekosistem Keuangan Syariah di BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat pengembangan ekosistem keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen untuk menjadikan perbankan syariah sebagai pilihan utama masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai inisiatif dan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan pasar.

Hingga Oktober 2025, efek yang diadministrasikan oleh kustodian BSI atau Aset Under Custody (AUC) mencapai sekitar Rp 122,89 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 24% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah investor syariah serta meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan tata kelola BSI yang solid.

"Salah satu fokus utama kami adalah penguatan bisnis kustodian syariah yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem halal dan pasar modal syariah Indonesia," ujar Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar kepada media, Kamis (25/12/2025).

Nasabah kustodian BSI berasal dari berbagai segmen, seperti manajer investasi, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga negara, hingga perbankan syariah. Dari sisi kinerja, bisnis kustodian juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan berbasis fee-based income bank.

Layanan Kustodian Syariah yang Komprehensif

Saat ini, BSI menyediakan layanan kustodian syariah yang komprehensif. Layanan tersebut meliputi:

  • Safekeeping
  • Fund services
  • Wali amanat
  • Keagenan
  • Ritelisasi produk sukuk dan reksa dana syariah
  • Securities crowdfunding

Layanan-layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan di pasar modal syariah. Dengan dukungan infrastruktur dan sistem yang andal, BSI mampu memberikan layanan yang berkualitas dan dapat diandalkan.

Prospek Bisnis Kustodian Syariah yang Menjanjikan

Ke depan, BSI melihat prospek bisnis kustodian syariah masih sangat kuat. Hingga akhir tahun ini, BSI optimistis bahwa efek yang diadministrasikan kustodian dapat tumbuh secara sehat dan sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

Strategi BSI dalam meningkatkan efek yang diadministrasikan kustodian antara lain melalui:

  • Penguatan sinergi ekosistem syariah
  • Pengembangan produk kustodian yang kompetitif
  • Optimalisasi layanan digital
  • Pendalaman hubungan dengan nasabah institusi dan investor syariah

Dengan strategi-strategi ini, BSI berharap dapat terus menjadi mitra utama bagi para pelaku usaha dan investor di pasar modal syariah. Selain itu, BSI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun prospek bisnis kustodian syariah terlihat cerah, BSI tetap menghadapi tantangan, termasuk persaingan ketat di pasar modal dan perubahan regulasi yang terus berkembang. Namun, BSI percaya bahwa dengan pendekatan inovatif dan kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak, tantangan tersebut dapat diatasi.

Selain itu, BSI juga melihat adanya peluang besar di pasar modal syariah, terutama dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi berbasis prinsip syariah. Dengan memanfaatkan peluang ini, BSI berharap dapat memperluas pangsa pasarnya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu bank syariah terkemuka di Indonesia.

Dengan komitmen dan strategi yang jelas, BSI siap menghadapi masa depan yang dinamis dan penuh tantangan. Dengan begitu, BSI tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem keuangan syariah, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan