Emak-emak Kaget! Harga Pangan 2026 Naik Serentak, Cabai hingga Daging Bobol Dompet

Emak-emak Kaget! Harga Pangan 2026 Naik Serentak, Cabai hingga Daging Bobol Dompet

Harga Pangan Nasional Awal Tahun 2026 Mengalami Kenaikan

Harga pangan nasional pada awal tahun 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama untuk komoditas seperti cabai rawit, telur, dan beras yang mengalami kenaikan serentak. Kenaikan ini tercatat dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia secara resmi.

Komoditas Pangan yang Mengalami Kenaikan

Salah satu komoditas yang mencatatkan harga tertinggi adalah cabai rawit merah, dengan harga mencapai Rp67.300 per kilogram di tingkat eceran. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang rutin berbelanja kebutuhan dapur.

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat kenaikan harga telur ayam ras yang berada di level Rp32.750 per kilogram secara nasional. Kenaikan ini menambah beban belanja harian, karena telur menjadi sumber protein utama bagi keluarga.

Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga, dengan bawang merah dijual seharga Rp50.350 per kilogram dan bawang putih di kisaran Rp40.400 per kilogram. Harga bawang yang relatif tinggi turut memengaruhi biaya memasak, terutama bagi pedagang makanan kecil.

Harga Beras yang Stabil Namun Masih Tinggi

Sementara itu, harga beras kualitas bawah I tercatat di harga Rp14.400 per kilogram, dan beras kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, PIHPS mencatat harga medium I sebesar Rp15.900 per kilogram dan medium II di harga Rp15.750 per kilogram. Adapun beras kualitas super I dijual Rp17.050 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II berada di angka Rp16.600 per kilogram.

Stabilitas harga beras menjadi perhatian karena beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi hampir seluruh rumah tangga. Meskipun harga beras relatif stabil dibandingkan komoditas lain, tetap saja mengganggu daya beli masyarakat.

Kenaikan Harga Cabai Lainnya

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lain juga mengalami kenaikan di tingkat pedagang eceran. Harga cabai merah besar tercatat mencapai Rp47.150 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di level Rp49.100 per kilogram. Cabai rawit hijau juga tidak luput dari kenaikan, dengan harga tercatat Rp62.800 per kilogram di pasar eceran nasional.

Lonjakan harga cabai aneka jenis ini membuat konsumen harus lebih selektif mengatur belanja dan porsi konsumsi harian.

Harga Daging dan Gula yang Naik

Pada komoditas protein hewani, daging ayam ras tercatat dijual dengan harga Rp41.500 per kilogram secara nasional. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp141.900 per kilogram, dan daging sapi kualitas II Rp134.250 per kilogram. Kenaikan harga daging sapi ini membuat sebagian masyarakat mulai beralih ke sumber protein alternatif yang lebih terjangkau.

Untuk kebutuhan dapur lainnya, PIHPS mencatat harga gula pasir kualitas premium berada di angka Rp19.800 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal dijual dengan harga Rp18.200 per kilogram, relatif lebih murah dibandingkan gula kualitas premium.

Harga Minyak Goreng yang Naik

Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp18.900 per liter berdasarkan data PIHPS terbaru. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp22.550 per liter, dan kemasan bermerek II di harga Rp21.450 per liter.

Perlu Kewaspadaan Konsumen

Kondisi harga pangan yang naik serentak ini menjadi sinyal penting bagi konsumen untuk lebih cermat mengelola anggaran. Pengamat menilai fluktuasi harga pangan awal tahun kerap dipengaruhi faktor distribusi, cuaca, serta dinamika permintaan pasar. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memantau perkembangan harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Transparansi data PIHPS dinilai membantu publik memantau harga pangan secara nasional dan menjadi rujukan belanja harian. Dengan tren harga yang masih tinggi, masyarakat diimbau menyesuaikan pola konsumsi dan belanja secara bijak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan