
aiotrade,
JAKARTA — Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan bahwa perusahaan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan meskipun produksi atau penjualan logam emas di tahun 2026 diperkirakan akan turun sebesar 43% menjadi 26 ton.
Tony menjelaskan bahwa penurunan produksi tersebut akan berdampak pada penyesuaian jam kerja dan posisi pegawai. Namun, ia memastikan bahwa penyesuaian ini tidak akan mengarah pada PHK.
"Ya, kami akan sesuaikan lah. Maksudnya sesuaikan adalah bahwa rotasi kerja akan disesuaikan, tapi enggak akan ada PHK," ujar Tony kepada Bisnis di Jakarta, Senin (8/12/2025) malam.
Dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, penjualan emas semula direncanakan sebesar 45 ton. Namun, PTFI telah merevisi target tersebut menjadi hanya 26 ton. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan produksi akibat beberapa insiden seperti kebakaran di smelter Gresik maupun longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Papua Tengah.
Operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) ditargetkan baru akan dimulai secara parsial pada awal kuartal I/2026. Sementara itu, smelter baru PTFI diperkirakan baru akan berproduksi kembali pada kuartal II/2026.
Alasan utama penundaan ini adalah komitmen PTFI dengan mitra strategisnya, Mitsubishi Materials Corporation, untuk memprioritaskan pasokan konsentrat ke smelter lama yang dikelola oleh PT Smelting.
"Karena tambang GBC-nya baru akan mulai beroperasi bulan Maret [2026], dan itu kan bertahap," jelasnya.
Sementara itu, produksi emas pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 33 ton atau separuh dari total RKAB 2025 yang mencapai 67 ton. Meski produksi turun, harga emas diperkirakan masih akan melonjak dalam tahun ini hingga tahun depan.
Harga emas tahun ini diperkirakan melonjak dari proyeksi RKAB 2025, yakni US$1.900 per ounce menjadi US$3.426 per ounce. Untuk realisasi harga emas dalam RKAB 2026 terbaru diperkirakan mencapai US$4.000 per ounce. Hal ini membuat proyeksi pendapatan PTFI tahun depan diperkirakan tidak akan jauh dari target awal, yakni mencapai US$8,31 miliar dari target awal US$8,52 miliar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Emas
- Insiden di Tambang dan Smelter
- Kebakaran di smelter Gresik
-
Longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave
-
Perencanaan Operasional Tambang
- Operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) akan dimulai secara parsial pada awal kuartal I/2026
-
Smelter baru PTFI diperkirakan berproduksi kembali pada kuartal II/2026
-
Komitmen dengan Mitra Strategis
- Prioritas pasokan konsentrat ke smelter lama yang dikelola oleh PT Smelting
Proyeksi Harga Emas
- Tahun 2025
- Proyeksi harga emas: US$1.900 per ounce
-
Realisasi harga emas: US$3.426 per ounce
-
Tahun 2026
- Proyeksi harga emas: US$4.000 per ounce
Target Pendapatan PTFI
- Target Awal: US$8,52 miliar
- Proyeksi Pendapatan 2026: US$8,31 miliar
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar