Emas Dunia Rekor $4.331! Prediksi Harga Emas Hari Ini: Antam Naik Lagi?

Emas Dunia Mencetak Rekor Baru, Apakah Harga Emas Antam Akan Kembali Melonjak?

Harga emas dunia kembali mencatatkan sejarah baru dengan menembus level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pasar spot (XAU/USD), harga emas saat ini berada di kisaran USD 4.331 per troy ounce. Pergerakan ini menjadi indikasi kuat bahwa emas masih menjadi aset yang diminati oleh para investor, terutama dalam situasi ketidakpastian ekonomi global.

Di Indonesia, harga emas Antam juga mengalami kenaikan. Pada tanggal 12 Desember 2025, harga emas fisik dijual dengan harga Rp 2.453.000 per gram. Meskipun naik, harga ini masih sedikit di bawah rekor tertinggi yang tercatat pada 21 Oktober 2025 dengan harga Rp 2.487.000 per gram. Artinya, masih ada selisih sekitar Rp 34.000 per gram yang harus dikejar agar bisa menyamai rekor lama tersebut.

Prediksi Harga Emas Besok: Sabtu, 13 Desember 2025

Dari grafik yang tersedia, terlihat bahwa tren harga emas dunia sedang dalam kondisi "menggila". Dengan penutupan pasar spot dunia di hari Jumat, harga emas Antam pada hari Sabtu biasanya mengikuti perkembangan tersebut. Saat ini, harga emas dunia sudah melampaui level USD 4.331, sehingga kemungkinan besar harga emas Antam akan mengalami kenaikan lanjutan.

Jika tren positif ini terus berlangsung hingga penutupan pasar nanti malam, tidak menutup kemungkinan harga emas Antam besok bisa mendekati atau bahkan menyentuh level Rp 2.470.000-an. Ini merupakan angka yang sangat menarik bagi para investor dan pemegang emas.

Faktor Pendukung Kenaikan Harga Emas

Tidak semua kenaikan harga emas terjadi secara acak. Ada beberapa faktor fundamental yang memicu lonjakan ini. Salah satunya adalah kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin melonggar. Federal Reserve (The Fed) baru saja melakukan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis points (bps), yang memberikan sinyal bahwa mereka siap untuk lebih longgar lagi.

Selain itu, ada dua katalis lainnya yang turut memperkuat sentimen positif terhadap emas:

  • Pasar Tenaga Kerja Melemah:
    Klaim pengangguran AS naik melebihi ekspektasi, yang memperkuat prediksi bahwa The Fed mungkin akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga lagi di tahun 2026.

  • Intervensi Pasar Uang:
    The Fed mengumumkan pembelian obligasi jangka pendek senilai $40 Miliar. Langkah ini bertujuan meredakan tekanan pasar uang, yang secara tidak langsung menekan imbal hasil (yield) obligasi dan membuat emas semakin menarik dilirik.

Proyeksi Akhir Tahun

Melihat grafik teknikal bulanan yang membentuk lilin hijau tebal (Bullish Candle), tren jangka panjang emas masih sangat kuat. Bagi investor yang sudah memegang emas sejak harga di bawah Rp 2,4 juta, saat ini adalah masa panen keuntungan (floating profit) yang signifikan.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap investasi memiliki risiko. Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan analisis pasar. Data harga bersumber dari pasar spot global dan Butik Emas LM. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh masing-masing investor.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan