Emas Pertama dari Bandung, Langkah Awal Taekwondoin Muda di SEA Games 2025

Emas Pertama dari Bandung, Langkah Awal Taekwondoin Muda di SEA Games 2025

Perjalanan Emas dari Kota Bandung di SEA Games Thailand 2025

Di tengah kegembiraan dan antusiasme yang mengisi arena SEA Games Thailand 2025, tiga anak muda asal Kota Bandung berdiri dengan penuh percaya diri. Setelah menunjukkan gerakan yang presisi, ritmis, dan terkontrol, nama Indonesia diumumkan sebagai pemenang emas di nomor pomsae beregu putra. Suara sorak-sori pun pecah, bukan hanya dari tribun, tetapi juga dari warga Bandung yang menyaksikan berita ini melalui layar ponsel masing-masing.

Emas ini mungkin hanya satu dari banyak medali yang akan diperebutkan dalam ajang dua tahunan tersebut, tetapi bagi Kota Bandung, raihan ini memiliki makna khusus. Ia menjadi awal perjalanan, tanda bahwa para atlet Bandung kembali hadir membawa kebanggaan di panggung Asia Tenggara. Data KONI Kota Bandung menunjukkan betapa seriusnya daerah ini memfasilitasi potensi atletnya: pada tahun ini saja, sebanyak 52 atlet dan 23 pelatih diberangkatkan untuk memperkuat Tim Indonesia. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan 44 atlet.

Kenaikan ini bukan sekadar angka. Ia mencerminkan lingkungan pembinaan olahraga yang semakin matang dan kompetitif. Bahkan di tingkat Jawa Barat, hampir setengah kontingen provinsi itu berasal dari Kota Bandung. Dari total 228 atlet Jawa Barat, sekitar 107 di antaranya adalah putra-putri Bandung yang sejak kecil dilatih di berbagai gelanggang, sasana, dan lapangan yang tersebar di kota ini.

Kontribusi ini juga terasa di level nasional. Dari 1.023 atlet Indonesia yang bertanding di SEA Games 2025, sekitar 7 persen berasal dari Kota Bandungsebuah kota yang tampaknya tak pernah kehabisan talenta. Mereka datang dengan kemampuan yang beragam, mulai dari cabang-cabang teknik seperti taekwondo dan angkat besi, hingga cabang-cabang beregu yang membutuhkan kekompakan tinggi. Tahun ini, Bandung tercatat mengikuti 22 cabang olahraga, salah satu yang paling banyak di antara daerah lain.

Karena itu, emas dari nomor pomsae beregu hanyalah permulaan. Masih banyak atlet Bandung yang belum turun ke lapangan, masing-masing membawa harapan dan beban yang tidak ringan. Mereka datang dari berbagai latar belakang, ada yang berasal dari sekolah olahraga, klub kecil, atau program pembinaan jangka panjang. Namun mereka memiliki satu tujuan: membawa pulang kebanggaan.

Di balik layar, pelatih-pelatih asal Bandung juga memainkan peran penting. Sebanyak 23 pelatih ikut mendampingi kontingen nasional, menjadi mata dan telinga yang menjaga kondisi fisik sekaligus mental para atlet. Dalam multievent seperti ini, ketenangan dan kesiapan mental sering kali menjadi penentu hasil pertandingan.

Raihan emas dari taekwondo menjadi energi baru bagi seluruh kontingen. Dengan pertandingan yang masih berjalan dan peluang yang masih terbuka lebar, Kota Bandung seolah mengatakan bahwa kerja keras bertahun-tahun akhirnya menemukan panggungnya. Emas pertama ini menjadi simbol semangat: bahwa dari sebuah kota yang penuh talenta, prestasi selalu menemukan cara untuk lahir kembali.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan