
Peran Konsistensi dalam Mencapai Scudetto
AC Milan, salah satu klub terbesar di Italia, memiliki ambisi besar untuk memenangkan gelar Serie A. Namun, untuk mencapai target tersebut, tim asuhan Massimiliano Allegri harus meningkatkan performa mereka, khususnya dalam pertandingan melawan tim-tim yang dianggap lemah.
Hingga pekan ke-15, AC Milan berada di posisi kedua klasemen Liga Italia dengan 32 poin. Meskipun hanya tertinggal satu angka dari Inter Milan, pelatih Allegri menegaskan bahwa fokus utama adalah memastikan finis di empat besar agar bisa kembali tampil di Liga Champions. Dari sudut pandang strategi, ini merupakan langkah yang bijak karena menghadapi kompetisi yang sangat ketat.
Rata-Rata Poin yang Masih Jauh dari Target Scudetto
Dari 15 pertandingan, rata-rata poin yang diraih AC Milan adalah 2,13 per pertandingan. Jika tren ini berlanjut hingga akhir musim, total poin yang akan diperoleh adalah sekitar 81 angka. Namun, sejarah Serie A menunjukkan bahwa tidak ada tim yang berhasil menjadi juara dengan raihan 81 poin. Bahkan, rekor terendah untuk juara Serie A adalah 82 poin, yang dicatat oleh Napoli pada musim 2024-2025.
Beberapa contoh lain termasuk Inter Milan pada 2009-2010 dan AC Milan sendiri pada 2010-2011. Satu-satunya pengecualian adalah Inter pada musim 2005-2006, yang meraih 76 poin. Namun, situasi ini berbeda karena klasemen saat itu direvisi akibat skandal calciopoli, sehingga Juventus sebenarnya menjadi juara dengan 91 poin.
Kehilangan Poin di Laga Melawan Tim "Kecil"
Salah satu masalah utama AC Milan adalah seringnya kalah atau imbang saat menghadapi tim-tim yang dianggap "kecil". Dalam 15 pertandingan, mereka kehilangan 9 poin dari laga melawan Cremonese, Pisa, Parma, dan Sassuolo. Hal ini membuat mereka gagal memperlebar jarak dengan tim-tim kuat.
Contohnya, AC Milan pernah kalah 1-2 dari Cremonese, yang dipertahankan oleh Emil Audero, kiper Timnas Indonesia. Selain itu, mereka juga ditahan imbang oleh Pisa, Parma, dan Sassuolo. Padahal, dalam pertandingan melawan tim-tim besar seperti Bologna, Napoli, Roma, Inter Milan, dan Lazio, AC Milan tampil lebih konsisten.
Potensi Menciptakan Rekor Baru
Jika 9 poin tersebut tidak hilang, AC Milan akan memiliki 41 poin hingga pekan ke-15. Dengan rata-rata poin 2,73 per pertandingan, total poin yang diperoleh bisa mencapai 103. Ini akan melewati rekor Juventus pada musim 2013-2014 yang mencapai 102 poin.
Tantangan Berikutnya
Ujian bagi kemampuan AC Milan untuk memperbaiki diri akan segera datang. Setelah libur Natal, mereka akan menjamu Hellas Verona, yang saat ini berada di peringkat 18 klasemen. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagus untuk membuktikan bahwa Milan mampu memperbaiki performa mereka di laga melawan tim-tim yang dianggap lemah.
Dengan peningkatan konsistensi dan fokus pada laga-laga penting, AC Milan masih memiliki peluang besar untuk merebut scudetto. Namun, hal ini membutuhkan perubahan drastis dalam cara mereka bermain, terutama dalam menghadapi lawan-lawan yang dianggap tidak selevel.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar