Emiten Pergudangan VAST Terganggu Penurunan FMCG

Perubahan di Sektor FMCG Pengaruhi Kinerja VAST


PT Vastland Indonesia Tbk. (VAST), sebuah perusahaan properti pergudangan, mengakui adanya penurunan permintaan dari sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) seperti Coca-Cola. Direktur Utama VAST, Vicky V. Gunawan, menjelaskan bahwa perusahaan mempercayakan pendapatan berulang dari penyewaan jangka panjang. Oleh karena itu, perseroan memiliki eksposur sensitif terhadap penyesuaian kapasitas distribusi dari sejumlah penyewa utama akibat penurunan permintaan di sektor FMCG tertentu yang terdampak dinamika geopolitik.

Hingga kuartal III/2025, VAST menghadapi tekanan operasional yang lebih kuat akibat dinamika industri FMCG yang berubah cepat. Penurunan permintaan dalam sebagian segmen FMCG — terutama pada perusahaan yang terdampak sentimen geopolitik dan aksi boikot terhadap merek-merek asal Amerika Serikat — telah mendorong mereka untuk menyesuaikan skala distribusi dan kebutuhan ruang logistik, termasuk pada penyimpanan produk serta jaringan distribusi domestik.

Perubahan tersebut berpengaruh langsung terhadap stabilitas permintaan ruang sewa perseroan dan menciptakan ketidakpastian terhadap keberlanjutan beberapa kontrak penyewa utama. VAST mengalami penghentian bertahap penyewaan oleh PT Coca-Cola Distribution Indonesia di tiga lokasi yang selama ini menjadi bagian penting dari portofolio aset perusahaan. Gudang Coca-Cola Cabang Lampung yang berlokasi di Tembesu III Nomor 3 dengan luas 5.376 meter persegi telah mengakhiri masa sewanya pada 30 Juni 2025.

Selain itu, Coca-Cola juga telah mengonfirmasi penghentian dua lokasi lainnya, yaitu gudang di Palembang yang terletak di Tembesu Nomor 5 kawasan Tanjung Api-api dengan luas 2.640 meter persegi yang akan berakhir pada 30 Juni 2026. Selanjutnya, gudang di Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang Kecamatan Tampan dengan luas 3.396 meter persegi yang dijadwalkan mengakhiri penyewaan pada 17 Juni 2026.

Selain Coca-Cola, VAST juga menghadapi penyesuaian dari PT Tigaraksa Satria Tbk. yang mengurangi penggunaan ruang sewa sebesar 1.404 meter persegi efektif 1 Januari 2025. Vicky V. Gunawan menyampaikan perubahan tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelanggan utama di sektor FMCG tengah menghadapi penurunan permintaan, khususnya perusahaan internasional yang terdampak sentimen geopolitik dan boikot terhadap merek-merek asal Amerika Serikat. Termasuk juga jaringan restoran cepat saji seperti KFC dan Pizza Hut yang mengalami penurunan kunjungan serta konsumsi.

“Konsekuensinya, mereka mengoptimalkan beban operasional dan memangkas kebutuhan distribusi maupun ruang sewa secara bertahap. Penyesuaian oleh penyewa-penyewa utama kami mencerminkan kondisi pasar tersebut,” tuturnya.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan VAST, Stanley V. Gunawan, menambahkan bahwa minat dari calon penyewa tetap ada, tetapi proses konversi permintaan berjalan lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya. Perseroan sedang melakukan evaluasi portofolio aset, termasuk analisis lokasi dengan risiko pelepasan sewa yang tinggi, serta mengkaji peluang kemitraan dengan pelaku logistik untuk meningkatkan daya saing aset.

“Kami perlu memastikan aset kami tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan lanskap industri yang cepat,” tambahnya.

Perseroan memandang bahwa penyesuaian strategi menjadi langkah penting untuk menghadapi kondisi pasar yang semakin kompleks. VAST berkomitmen melakukan penguatan struktur operasional, diversifikasi basis penyewa, serta peningkatan fleksibilitas dalam penawaran skema sewa, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional dan stabilitas jangka panjang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan