
Strategi Transfer AC Milan di Bursa Januari 2026
AC Milan sedang mempersiapkan diri menghadapi bursa transfer musim dingin tahun 2026. Dengan fokus pada perbaikan komposisi skuad, klub asal Italia ini berencana untuk menjual sejumlah pemain sebelum mencari pengganti yang lebih segar. Langkah ini dilakukan karena situasi krusial yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk cedera dan performa yang tidak konsisten dari striker utama.
Evaluasi Pemain yang Mungkin Dilepas
Menurut laporan yang beredar, AC Milan akan menerapkan konsep "jual untuk membeli" dalam strategi transfer mereka. Hal ini dilakukan karena keterbatasan finansial yang harus dikelola dengan hati-hati. Beberapa nama pemain yang disebut-sebut mungkin dilepas antara lain Santiago Gimenez dan Christopher Nkunku. Keduanya belum secara resmi keluar, tetapi peluang untuk hengkang dalam beberapa minggu ke depan cukup besar. Gimenez bisa dilepas jika ada tawaran di kisaran 35-40 juta, sementara Nkunku juga memiliki kemungkinan untuk meninggalkan klub lebih cepat.
Selain itu, Ruben Loftus-Cheek disebut bisa menjadi bagian dari skema pertukaran pemain. Ada kemungkinan ia akan ditukar dengan Lorenzo Lucca. Sementara itu, David Odogu hampir pasti akan dilepas dengan status pinjaman.
Fokus pada Striker Baru
Pencarian AC Milan terhadap striker baru bukan lagi rahasia. Salah satu nama yang sering muncul adalah Joshua Zirkzee. Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Zirkzee tidak menjalani periode terbaiknya di Manchester United setelah kepindahannya. Ia justru menjadi target utama Gian Piero Gasperini di AS Roma, yang tengah mencari penyerang baru.
AC Milan sendiri masih mengandalkan Rafael Leao dan Christian Pulisic sebagai pilihan utama. Namun, duet emas ini jarang tampil bersama sejak awal musim, hanya sekali dalam 14 laga akibat cedera. Di belakang mereka, Santiago Gimenez dan Christopher Nkunku belum mampu memenuhi ekspektasi.
Manajemen Rossoneri kini mempertimbangkan opsi memberi Massimiliano Allegri tambahan striker. Nama pertama dalam daftar adalah Zirkzee, meski bukan yang paling mudah didapat. Kontak awal dengan super agen Kia Joorabchian disebut sudah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir.
Persyaratan untuk Kedatangan Zirkzee
Kedatangan Zirkzee hampir pasti diiringi kepergian salah satu striker AC Milan. Gimenez menjadi kandidat utama, masih bergelut dengan cedera pergelangan kaki kiri sejak akhir Oktober. Situasi ini membuat masa depannya di AC Milan semakin rumit, dengan klub-klub Jerman dikabarkan tertarik.
Di sisi lain, performa Zirkzee di United juga belum memuaskan. Meski mendapat menit bermain karena cedera Sesko, ia belum mampu membuktikan harga 42,5 juta yang dibayarkan. United pun tidak keberatan melepasnya Januari nanti, dengan syarat pinjaman disertai kewajiban beli sekitar 35 juta jika AC Milan lolos ke Liga Champions.
Rossoneri lebih menginginkan opsi beli sederhana, sehingga negosiasi menjadi rumit. United tidak akan melepas Zirkzee sebelum akhir Januari, terutama karena Mbeumo dan Diallo tampil di Piala Afrika. Artinya, kepindahan sang striker baru bisa terjadi di hari-hari terakhir bursa.
Alternatif Jika Gagal Mendapatkan Zirkzee
Meski bukan tipikal penyerang yang menjamin 20+ gol per musim, Zirkzee tetap menarik karena fisik, bakat, dan pengalamannya di Serie A. Jika kesepakatan gagal, AC Milan sudah menyiapkan alternatif lain, mulai dari Mauro Icardi hingga opsi lebih terjangkau seperti Niclas Fullkrug dari West Ham.
Yang jelas, AC Milan menginginkan striker berpengalaman, siap dipinjam, dan tidak menuntut selalu menjadi starter. Namun, untuk benar-benar bermimpi meraih Scudetto, tambahan kekuatan di lini depan tampaknya mutlak diperlukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar