Kondisi Fasilitas Kesehatan Pasca-Bencana di Aceh
Empat puskesmas di Aceh masih mengalami gangguan operasional pasca-bencana yang terjadi akhir November tahun lalu. Kerusakan berat dan genangan lumpur yang tinggi menjadi penyebab utama fasilitas kesehatan tersebut belum dapat berfungsi kembali seperti sedia kala. Hal ini menunjukkan betapa besar dampak bencana terhadap infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut.
Menanggapi situasi ini, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa penyelesaian masalah ini memerlukan pendekatan khusus. Ia menyampaikan harapan agar dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan, empat puskesmas tersebut dapat kembali beroperasi.
“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” ujar dia dalam keterangan pers.
Dampak Luas pada Fasilitas Kesehatan

Kondisi tersebut adalah bagian dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi Sumatra. Bencana ini telah memengaruhi operasional sebanyak 867 puskesmas. Sebanyak 180 unit di antaranya sempat tidak berfungsi. Selain itu, total 87 rumah sakit terdampak dan 9 unit di antaranya sempat tidak beroperasi.
Untuk mempercepat pemulihan, kolaborasi antara berbagai pihak terus digalang. Menkes Budi mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia (PMI) dalam upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra menjadi kunci utama dalam proses pemulihan ini.
Kemenkes Terus Merotasi Tenaga Medis di Wilayah Terdampak

Budi menjelaskan bahwa Kemenkes telah mengerahkan dan merotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI. Rotasi ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas layanan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” kata Budi.
Namun, kendala akses tetap menjadi tantangan utama. Beberapa daerah hanya bisa dicapai melalui perahu, kendaraan khusus, atau bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh hingga enam jam.
Seluruh RSUD di Lokasi Terdampak Banjir Sumatra Sudah Kembali Beroperasi

Sebelumnya, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lokasi bencana banjir Sumatra telah kembali beroperasi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, dalam rapat koordinasi tingkat menteri, Jumat (2/1/2026).
"Seluruh RSUD di wilayah terdampak saat ini telah kembali beroperasi dan dilakukan mobilisasi relawan-relawan ke wilayah terisolir," ujar Pratikno.
Selain itu, layanan cuci darah di RSUD Langsa juga telah kembali beroperasi setelah bencana. Ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan terus berjalan dan berbagai fasilitas kesehatan mulai pulih secara bertahap.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar