Enam Anggota Yanma Mabes Polri Pukuli Dua Matel karena Tarik Motor

Enam Anggota Yanma Mabes Polri Pukuli Dua Matel karena Tarik Motor

Penangkapan Enam Anggota Polri Terlibat Pengeroyokan yang Mengakibatkan Dua Matel Tewas

Polisi menangkap enam pelaku pengeroyokan terhadap dua debt collector (mata elang/matel) inisial MET (41) dan NAT (32) hingga tewas di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). Keenam pelaku tersebut merupakan oknum anggota Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri, antara lain Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Brigadir Ilham, Bripda Ahmad Marz Zulqadri, Bripda Baginda, dan Bripda Raafi Gafar.

Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan dilatarbelakangi oleh penarikan motor. Menurutnya, kendaraan tersebut digunakan oleh anggota polisi yang menjadi alasan utama dari kejadian tersebut.

"Kendaraan tersebut digunakan oleh anggota inilah yang melatarbelakangi peristiwa tersebut," ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025) malam.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi kejadian serta pendataan kerugian pemilik kios dan kendaraan yang rusak. Dari hasil pendalaman intensif, polisi berhasil mengamankan 6 orang terduga pelaku untuk dilakukan proses penyidikan.

Motif Pengeroyokan

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiyardi menjelaskan motif dari aksi pengeroyokan. Dia menyebut bahwa para korban ingin mengambil motor yang digunakan oleh tersangka.

"Debt collector (matel) yang memang mau mengambil kendaraannya," jelas Ressa.

Atas perbuatannya, keenam oknum anggota Yanma Mabes Polri ditahan dan dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan berujung orang meninggal dunia. Saat ini, polisi masih memeriksa para terduga pelaku secara intensif. Rencananya, keenam anggota tersebut akan di sidang etik KKEP pekan depan.

Dua Matel Tewas Akibat Pengeroyokan

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan bahwa satu matel yang sempat dirawat di rumah sakit meninggal dunia. "Iya (meninggal di rumah sakit, red)," ucapnya kepada wartawan Jumat (12/12/2025).

Kombes Nicolas menyebut kedua korban bertugas sebagai mata elang dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit. Namun saat ini, kedua jenazah inisial MET dan NAT sudah dipindahkan dari rumah sakit.

"Dua jenazah itu mulanya di Rumah Sakit Budhi Asih kemudian dipindahkan ke rumah duka," tambahnya.

Kedua korban itu diketahui tewas akibat dikeroyok oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK) di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) sore. Atas adanya pengeroyokan, sekelompok orang melakukan aksi balas dendam dengan membakar sebuah tenda makan pedagang kaki lima (PKL). Hingga berlanjut protes pertanggungjawaban atas kematian rekannya.

Penanganan Aksi Pembakaran

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa sejumlah personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan sudah dikerahkan. "PMJ dan Polres Jaksel turun menangani untuk mengkondusifkan lokasi kejadian," ucapnya kepada wartawan.

Polisi belum dapat menyimpulkan dari mana sekelompok orang yang melakukan aksi pembakaran itu berasal. Kombes Budi menduga kedatangannya sebagai wujud solidaritas atas meninggal rekan mereka. "Kalau yang rame tadi itu mungkin ada solidaritas lah dari anak-anak mereka," ungkapnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan