
Penjelasan tentang Bagaimana BPS Menentukan Angka Harapan Hidup
Angka harapan hidup merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas hidup masyarakat suatu daerah. Di Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan metode statistik yang dikenal sebagai Life Table untuk menghitung angka ini. Metode ini memperkirakan rata-rata usia yang dapat dicapai seseorang sejak lahir berdasarkan data demografis dan kesehatan.
Perhitungan BPS mengacu pada tiga komponen utama:
- Angka Kematian Bayi (AKB) Tingkat kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Semakin rendah AKB, semakin tinggi peluang peningkatan harapan hidup.
- Struktur Umur Penduduk Komposisi usia dalam suatu wilayah memengaruhi estimasi keberlangsungan hidup populasi.
- Data Kesehatan dan Kependudukan Termasuk cakupan imunisasi, akses fasilitas kesehatan, status gizi, dan sosial ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, BPS menghasilkan estimasi objektif mengenai kualitas hidup suatu daerah berdasarkan data demografis dan kesehatan terbaru.
Daftar Kota dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Jawa Tengah
Berdasarkan data BPS tahun 2025, berikut adalah daftar kota di Jawa Tengah dengan angka harapan hidup tertinggi. Penyajian dimulai dari posisi keenam sebagai yang terendah hingga posisi pertama sebagai kota dengan capaian paling tinggi.
6. Kota Pekalongan
Kota Pekalongan menempati posisi keenam dengan angka harapan hidup 75,10 tahun. Angka ini sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang tercatat 75,24 tahun. Upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan layanan kesehatan primer dan edukasi pola hidup sehat terus digenjot.
5. Kota Tegal
Di atas Pekalongan, Kota Tegal mencatatkan angka harapan hidup sebesar 75,30 tahun. Meski selisihnya tidak besar, capaian ini menunjukkan tren positif terkait akses kesehatan masyarakat yang semakin merata. Salah satu fokus utama kota ini adalah program penanganan penyakit tidak menular.
4. Kota Magelang
Posisi keempat ditempati oleh Kota Magelang dengan angka harapan hidup 78,03 tahun. Infrastruktur kesehatan yang relatif lengkap serta kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan rutin turut berperan dalam capaian ini.
3. Kota Surakarta
Kota Surakarta berada di posisi ketiga dengan angka harapan hidup sebesar 78,18 tahun. Kota budaya ini dikenal memiliki tingkat aktivitas fisik masyarakat yang tinggi serta program kesehatan publik yang berkelanjutan, sehingga turut mendongkrak kualitas hidup penduduknya.
2. Kota Semarang
Sebagai ibu kota provinsi, Semarang mencatatkan angka harapan hidup sebesar 78,72 tahun. Akses pelayanan kesehatan yang lebih modern dan luas menjadi keunggulan kota ini. Pemerintah kota juga gencar menjalankan program promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat.
1. Kota Salatiga
Kota Salatiga menjadi daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di Jawa Tengah, yaitu 78,75 tahun. Lingkungan yang relatif bersih, kualitas udara yang baik, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai menjadi faktor yang kerap disebut mendukung pencapaian ini. Kombinasi antara stabilitas sosial dan budaya aktivitas fisik masyarakat turut memperkuat posisi Salatiga di puncak daftar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Harapan Hidup
Artikel ini menunjukkan bahwa peningkatan angka harapan hidup tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas kesehatan, tetapi juga gaya hidup, lingkungan, serta kebijakan pembangunan jangka panjang. Capaian ini menjadi gambaran penting bagi daerah lain dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar