Era baru Garuda: John Herdman resmi jadi nahkoda timnas Indonesia!

Era baru Garuda: John Herdman resmi jadi nahkoda timnas Indonesia!

PRMEDAN– Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kursi panas pelatih Timnas Indonesia akhirnya terjawab. PSSI secara resmi menunjuk juru taktik asal Inggris, John Herdman, untuk memimpin skuad Garuda Senior sekaligus Timnas U-23.

​Langkah ini diambil PSSI untuk mengisi kekosongan posisi pelatih kepala sejak pemecatan Patrick Kluivert pada Oktober 2025 silam.

Kedatangan Herdman membawa harapan besar bagi publik sepak bola tanah air yang merindukan prestasi konsisten di kancah internasional.

​Spesialis Pemecah Rekor dan Sejarah

​John Herdman bukanlah nama sembarangan di dunia kepelatihan. Ia dikenal sebagai sosok "tangan dingin" yang mampu membangkitkan tim dari keterpurukan. Berikut adalah rekam jejak menterengnya:

  • Revolusi Kanada: Herdman adalah otak di balik kembalinya Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah absen selama 36 tahun. Selama hampir enam tahun (2.090 hari) memimpin Alphonso Davies cs, ia mencatatkan 36 kemenangan dari 58 laga dengan poin rata-rata 1,98 per pertandingan.
  • Dominasi Sepak Bola Putri: Sebelum sukses di tim putra, ia membawa timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (2012 & 2016) secara berturut-turut.
  • Awal Karir: Ia memulai petualangan kepelatihannya di Selandia Baru sebagai pelatih tim junior pada awal era 2000-an.

​Filosofi Permainan: Agresivitas 3-4-2-1

​Supporter Timnas Indonesia nampaknya harus bersiap melihat transformasi gaya main yang lebih bertenaga. Herdman dikenal setia dengan pakem 3-4-2-1. Skema ini mengandalkan:

  1. High Pressing: Menekan lawan sejak di garis pertahanan mereka sendiri.
  2. Transisi Cepat: Memanfaatkan lebar lapangan untuk serangan balik mematikan.
  3. Kolektivitas: Menuntut fisik prima dari seluruh pemain untuk terus bergerak selama 90 menit.

​Tantangan Setelah MLS

​Sebelum mendarat di Jakarta, Herdman sempat menukangi klub MLS, Toronto FC. Meski di Amerika ia mencatatkan statistik yang cukup menantang (1,2 poin per pertandingan dari 46 laga), reputasinya sebagai pelatih spesialis tim nasional tetap menjadi alasan utama PSSI meminangnya.

​Kehadiran Herdman diharapkan menjadi "angin segar" sekaligus fondasi kuat bagi mimpi Indonesia menembus level dunia, menyusul standar tinggi yang ingin dibangun federasi pasca-era Kluivert.

Bagaimana menurut Anda, apakah formasi 3-4-2-1 milik Herdman cocok dengan tipikal pemain Indonesia saat ini?***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan