
Ringkasan Berita:
- Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Surabaya resmi dibentuk sebagai upaya memperkuat fungsi penelitian dan inovasi daerah
- Agus Imam Sonhaji yang sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan dilantik menjadi Kepala Brida
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebut riset dan penelitian perlu ditangani secara khusus agar lebih terarah dan tidak tercampur dengan fungsi perencanaan.
nurulamin.pro, SURABAYA - Pemkot Surabaya resmi membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Surabaya.
Sebagai upaya memperkuat fungsi penelitian dan inovasi daerah, Pemkot Surabaya melakukan penyesuaian terhadap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang).
Dengan pembentukan Brida tersebut, Bappedalitbang kini berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Badan tersebut kini difokuskan hanya pada urusan perencanaan pembangunan.
Pada proses rotasi, Jumat (2/1/2025), Agus Imam Sonhaji yang sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan dilantik menjadi Kepala Brida.
Sedangkan Irvan Wahyudrajat yang sebelumnya Kepala Bappedalitbang dilantik sebagai Kepala Bappeda.
Riset dan Penelitian Perlu Ditangani Khusus
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan Brida dilakukan seiring dengan keberadaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di tingkat pusat.
Menurutnya, riset dan penelitian perlu ditangani secara khusus agar lebih terarah dan tidak tercampur dengan fungsi perencanaan.
“BRIDA itu adalah badan riset yang memang kita buat, kita bentuk agar dinas-dinas (Bappeda) ini konsentrasi membuat perencanaan dan lain-lain,” ujar Eri Cahyadi.
Ia menjelaskan, seluruh fungsi perencanaan akan dipusatkan di Bappeda. Sementara itu, bidang penelitian dan pengembangan akan dipisahkan dan berdiri sendiri dalam Brida.
“Semua yang bidang perencanaan di Bappeda itu, di titik tertentu akan terpisah dan yang bukan di perencanaan, di satu bidang itu menjadi Brida. Penelitian itu akan keluar tersendiri, ini menjadi posisinya,” jelasnya.
Dukung Kebijakan Pembangunan Kota Surabaya
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) ini menegaskan, pemisahan ini bertujuan agar setiap perangkat daerah dapat bekerja lebih fokus sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Dengan adanya Brida, riset dan inovasi di Surabaya diharapkan dapat lebih optimal dalam mendukung kebijakan pembangunan kota.
Selain itu, keberadaan Brida juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset antara Pemkot Surabaya dengan BRIN, perguruan tinggi, serta berbagai pihak lainnya guna menghasilkan kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah.
BACA BERITA nurulamin.proLAINNYA DI GOOGLE NEWS
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar