Erick Thohir Bungkam Saat Ditanya Bonus SEA Games 2025, Alasannya Baru Kerja Sehari

Kesiapan Indonesia untuk Asian Games 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, tampaknya lebih memilih menjaga kerahasiaan terkait isu-isu terbaru dalam dunia olahraga nasional. Termasuk mengenai bonus yang diberikan kepada atlet setelah berpartisipasi dalam SEA Games 2025. Saat diwawancarai oleh media, ia hanya menyampaikan bahwa anggaran baru sedang dalam proses tinjauan ulang.

Bonus menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan oleh para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang SEA Games 2025. Terutama mereka yang mampu meraih medali emas, perak, atau perunggu di Thailand. Meskipun pesta olahraga dua tahunan ini telah selesai pada 20 Desember lalu, informasi tentang bonus masih belum jelas.

Saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Erick Thohir tampak sibuk dan tidak memberikan penjelasan lengkap mengenai SEA Games 2025, termasuk soal bonus yang akan diberikan kepada atlet. Ia didampingi oleh ajudannya dan menyatakan bahwa Jumat (2/1) adalah hari pertama ia bekerja di Kemenpora pada tahun 2026. Ia juga menyebutkan bahwa soal bonus SEA Games masih dalam proses tinjauan anggaran.

"Enggak-enggak, baru ngantor sehari. Baru review anggaran. Selamat tahun baru," ujar Erick Thohir singkat kepada awak media.

Selain bonus, Kemenpora RI juga belum mengumumkan hasil evaluasi dari SEA Games 2025. Pemerintah masih menahan informasi tersebut setelah melakukan rapat pertamanya pada 22 Desember 2025.

Tim Indonesia dalam SEA Games 2025 berhasil melampaui target dengan meraih 91 medali emas, 112 medali perak, dan 130 medali perunggu, serta finish di peringkat kedua. Capaian ini jauh lebih baik dari target yang ditetapkan, yaitu meraih sedikitnya 80 emas dan mempertahankan posisi tiga besar seperti di SEA Games sebelumnya.

Erick Thohir dalam keterangannya sempat menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin terlena dengan hasil positif dari SEA Games 2025. Meski raihan medali tersebut menjadi capaian terbaik di luar kandang dalam tiga dekade terakhir, ia menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap cabang olahraga (cabor) yang potensial.

"Kita bergerak cepat, kita tidak mau terlena dengan hasil positif ini. Saya bersama tim evaluasi duduk bersama untuk membahas garis besar bagaimana performa kontingen kita," kata Erick dalam keterangannya, Rabu (24/12).

Ia menambahkan bahwa di pertengahan Januari, dirinya ingin sudah bisa memetakan potensi emas Indonesia di Asian Games. Hal ini dilakukan agar strategi dan perencanaan yang matang dapat segera disusun.

Erick kemudian menekankan bahwa akurasi tinjauan kontribusi setiap cabor akan menjadi penentu kuota keberangkatan ke Jepang pada September 2026 mendatang. Sehingga atlet dan cabor yang dikirimkan tidak sembarangan.

"Waktu yang kita miliki tidak lama lagi, kurang dari sembilan bulan. Kita butuh segera merumuskan strategi dan perencanaan yang matang," jelasnya.

Tantangan Menuju Asian Games 2026

Dengan waktu yang terbatas, persiapan untuk Asian Games 2026 menjadi prioritas utama. Tim evaluasi yang dibentuk oleh Kemenpora akan fokus pada pencarian cabor-cabor yang memiliki potensi tinggi untuk meraih medali emas. Hal ini akan menjadi dasar dalam menentukan kuota atlet yang akan dikirim ke Nagoya, Jepang.

Selain itu, peningkatan kualitas pelatihan dan persiapan mental atlet juga menjadi faktor penting. Diperlukan strategi yang matang dan pengelolaan sumber daya yang optimal agar Indonesia dapat memperoleh hasil yang maksimal di ajang internasional tersebut.

Pemetaan potensi atlet dan cabor akan menjadi langkah awal dalam merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, setiap atlet yang dikirimkan akan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Dalam rangka mempersiapkan Asian Games 2026, Kemenpora akan terus memantau perkembangan atlet dan cabor yang dipilih. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa semua persiapan berjalan sesuai rencana.

Kesimpulan

SEA Games 2025 menjadi momen penting bagi olahraga Indonesia. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan, namun tidak membuat pihak terkait puas. Persiapan untuk Asian Games 2026 mulai dilakukan dengan strategi yang lebih matang. Dengan waktu yang terbatas, Kemenpora berkomitmen untuk memastikan bahwa Indonesia siap tampil maksimal di ajang internasional tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan