
Erick Thohir Tetap Peduli dengan PSSI Meski Menjabat sebagai Menpora
Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), tetap menunjukkan perhatiannya terhadap Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI). Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. Ia menyatakan bahwa meskipun tugasnya kini lebih fokus pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Erick Thohir tidak meninggalkan tanggung jawabnya terhadap sepak bola Indonesia.
Arya mengungkapkan bahwa Erick Thohir tidak selalu bekerja di Kantor Kemenpora yang berada di Senayan, Jakarta Pusat. Terkadang, ia juga melakukan pekerjaannya di Kantor PSSI yang terletak di GBK Arena, Senayan. Jarak antara dua lokasi tersebut sangat dekat, hanya sekitar 500 meter. Jika ditempuh dengan berjalan kaki, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 10 menit.
Beberapa pihak sempat menganggap bahwa sejak menjabat sebagai Menpora, Erick Thohir kurang fokus terhadap PSSI. Akibatnya, performa sepak bola Indonesia di level timnas menurun. Namun, Arya membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa Erick Thohir tetap memikirkan masa depan sepak bola Indonesia.
"Beberapa waktu lalu dia bekerja di kantor PSSI sebelum adanya SEA Games 2025," ujar Arya. "Karena ketika SEA Games 2025, Pak Erick Thohir ada di Thailand."
Meski menjalani tugas sebagai Menpora, Arya menekankan bahwa Erick Thohir tetap memberikan tanggung jawab kepada setiap anggota Exco PSSI. Ia menyatakan bahwa semua berjalan baik tanpa kendala. "Delivery tugas-tugasnya juga oke. Kami para Exco PSSI terbagi-bagi dan punya tugas masing-masing. Kami merasa tidak ada yang berbeda," tambahnya.
Salah satu bukti bahwa Erick Thohir masih peduli dengan PSSI adalah pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam sebuah pertemuan di Doha, Qatar, Erick Thohir hadir langsung dan membawa kabar baik bagi sepak bola Indonesia. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah FIFA meminta Indonesia menjadi tuan rumah FIFA Series 2026.
Dalam situs resmi FIFA, terdapat delapan negara yang ditunjuk untuk menggelar FIFA Series 2026. Mereka adalah Indonesia, Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan. "Waktu itu usai pertemuan Pak Erick Thohir membawa oleh-oleh FIFA Series 2026," kata Arya. "Alasannya karena apresiasi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia."
Ia menambahkan bahwa saat ini, pihaknya sedang menantikan hasil pertemuan di Qatar kemarin. "Nah sekarang, kita tunggu lagi dapat oleh-oleh tidak hasil pertemuan di Qatar kemarin," tutup Arya.
Peran Erick Thohir dalam Mengembangkan Sepak Bola Indonesia
Erick Thohir telah menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola nasional melalui berbagai inisiatif. Selain bertemu dengan FIFA, ia juga aktif dalam mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Meningkatkan infrastruktur olahraga: Erick Thohir berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas olahraga, termasuk lapangan-lapangan sepak bola di berbagai daerah.
- Mendorong pengembangan talenta muda: Ia menekankan pentingnya pembinaan pemain muda melalui berbagai program pelatihan dan kompetisi.
- Memperkuat hubungan internasional: Melalui pertemuan dengan organisasi seperti FIFA, Erick Thohir berusaha memperluas jaringan dan kolaborasi dengan negara-negara lain dalam dunia sepak bola.
Dengan kehadiran Erick Thohir sebagai Menpora, harapan besar terpasang agar sepak bola Indonesia bisa kembali bangkit dan bersaing di tingkat internasional. Tidak hanya dari segi prestasi, tetapi juga dari segi manajemen dan pengelolaan yang lebih profesional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar