Ernest Prakasa Bocorkan Makna Judul Lupa Daratan dan Karakter Vino Agustian

Ernest Prakasa Kembali Menjadi Sutradara dengan Film "Lupa Daratan"

Ernest Prakasa kembali menunjukkan kemampuannya sebagai sutradara lewat film terbarunya yang berjudul Lupa Daratan. Film ini menjadi debutnya sebagai sutradara di Imajinari, sebuah production house yang dimilikinya sendiri. Dalam proses pembuatannya, Ernest menghadapi berbagai tantangan, termasuk beban yang dirasakan saat kembali memegang peran sutradara.

1. Alasan Memilih Judul "Lupa Daratan"

Saat membahas soal judul film, Ernest yang juga menulis naskah film ini menjelaskan bahwa ia memilih frasa "Lupa Daratan" karena merasa frasa tersebut paling cocok untuk menggambarkan cerita filmnya. Ia menyebutkan bahwa jika diceritakan secara detail, akan menjadi spoiler, namun ia merasa bahwa judul ini sangat sesuai dengan alur cerita yang ingin disampaikan.

"Judul ini aku pilih karena yang paling menggambarkan ceritanya. Ini tentang seseorang yang memang lupa daratan. Nanti kalau diceritain terlalu detail jadi spoiler, tapi aku merasa ini judul yang paling pas menggambarkan film ini," ujarnya dalam sesi konferensi pers film Lupa Daratan di Jakarta.

Selain itu, Ernest juga mengungkap bahwa judul internasional dari film ini, Lost in the Spotlight, berasal dari usulan Netflix. Ia menilai usulan tersebut sangat menarik dan cocok untuk dipakai sebagai judul film yang akan dirilis secara global.

"Teman-teman Netflix yang ngasih usulan judulnya, Lost in the Spotlight. Aku rasa itu judul yang sangat brilian. Lupa Daratan, Lost in the Spotlight. Bagus banget judulnya," tambahnya.

2. Kembali Berkarya sebagai Sutradara

Film Lupa Daratan menjadi momentum bagi Ernest untuk kembali berkarya sebagai sutradara. Sebelumnya, ia terakhir kali duduk di bangku sutradara saat menyutradarai film Cek Toko Sebelah 2 yang dirilis pada tahun 2022.

Meski ada beban yang dirasakan, Ernest tak menutupi perasaan senangnya saat menjadi sutradara untuk film Lupa Daratan. Ia mengaku bahwa ada perasaan berbeda antara menjadi penulis-sutradara dengan produser. Apalagi, selama ini ia lebih sering menjadi produser film di production house-nya.

"Senang banget bisa balik nge-direct lagi. Ada rasa yang beda sih antara bekerja menghasilkan film sebagai produser dan sebagai penulis-sutradara tuh berbeda. Kalau sebagai penulis-sutradara, ada kekosongan di dalam hati yang terisi. Sebagai seorang seniman tuh kayaknya ada perasaan yang lebih fulfilling ketika kita menulis dan menyutradarai dibanding ngeproduserin," jelas Ernest.

3. Pemilihan Nama Vino Agustian untuk Karakter Vino G. Bastian

Dalam film Lupa Daratan, Ernest bekerja sama dengan Vino G. Bastian yang menjadi aktor utama. Salah satu hal yang menarik adalah nama karakter yang diperankannya, yaitu Vino Agustian. Ernest memilih nama tersebut karena ingin tetap memberikan nuansa surealis pada sosok Vino.

Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat pelesetan dari nama Vino G. Bastian menjadi Vino Agustian. Hal ini dilakukan agar terdapat kesamaan jumlah suku kata dan memberikan kesan unik.

"Ketika lock Vino, ya sudah memang pengin ada rasa-rasa surealis kayak, ini Vino, gitu. Jadi kita bikin namanya pelesetan. Vino G. Bastian, Vino Agustian. Jumlah suku katanya juga sama," jelasnya.

Film Lupa Daratan akan tayang mulai 11 Desember 2025 secara eksklusif di Netflix. Kabarnya, film ini tidak hanya dirilis di Indonesia saja, tetapi juga secara global.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan