Es Kacang Merah, Minuman Segar Khas Palembang yang Jadi Trend di Kediri

Es Kacang Merah, Minuman Segar Khas Palembang yang Jadi Trend di Kediri

Inovasi Kuliner Kacang Merah di Kota Kediri

Minuman segar berbasis kacang merah kini semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Awalnya populer di Palembang, Sumatera Selatan, minuman ini kini mulai menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kota Kediri, Jawa Timur. Selain menyediakan rasa yang manis dan menyegarkan, minuman ini juga membawa manfaat kesehatan yang membuatnya digemari oleh berbagai kalangan.

Di sentra kuliner Taman Brantas, Kota Kediri, seorang pemilik kedai makanan, Mardiana Rafika atau akrab disapa Ika, mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat terhadap menu baru yang ia hadirkan. Sejak menambahkan es kacang merah ke dalam daftar minuman, jumlah pembeli meningkat secara signifikan. Menurut Ika, minuman ini bahkan mampu mengalahkan popularitas es campur maupun es teler yang sebelumnya menjadi primadona.

Awalnya, Ika menargetkan generasi muda sebagai pasar utama. Ia melihat bahwa kalangan ini cenderung mengikuti tren kuliner yang sedang viral di media sosial. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa minuman berbahan kacang merah juga diminati oleh kalangan dewasa hingga lansia. “Ternyata banyak juga orang dewasa yang menyukai es kacang merah. Kandungan zat besinya tinggi jadi bagus juga untuk para lansia dalam hal meningkatkan energi, asalkan pemakaian gula tetap dibatasi,” katanya.

Kualitas kacang merah menjadi faktor penting dalam menjaga cita rasa minuman. Pemilihan bahan yang tepat serta teknik perebusan yang benar menentukan hasil akhir. “Teknik perebusan kacang merah juga sangat mempengaruhi hasil akhir. Meskipun sudah ada es serut, susu, gula pasir maupun gula aren, tekstur kacang merahnya jangan sampai terlalu keras,” tuturnya.

Fenomena es kacang merah di Kediri mencerminkan tren kuliner yang semakin beragam. Masyarakat kini tidak hanya mencari minuman segar, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi. Kacang merah dikenal kaya akan zat besi, protein, dan serat, sehingga dapat mendukung kesehatan tubuh. Dalam konteks masyarakat urban yang semakin peduli pada pola makan, minuman ini menjadi alternatif yang menarik.

Popularitas es kacang merah sebenarnya bukan hal baru. Di sejumlah negara Asia, seperti Cina dan Korea, minuman berbahan kacang merah sudah lama dikenal. Cara penyajiannya pun bervariasi. Ada yang menggunakan susu kental manis dan sirup sebagai kuah, ada pula yang menambahkan santan untuk menghadirkan cita rasa gurih. Variasi ini menunjukkan fleksibilitas kacang merah sebagai bahan pangan yang dapat diolah sesuai selera lokal.

Di Palembang, es kacang merah menjadi bagian dari identitas kuliner daerah. Kehadirannya di Kediri memperlihatkan bagaimana kuliner lintas daerah dapat diterima dan berkembang. Hal ini sejalan dengan tren globalisasi kuliner, di mana makanan dan minuman dari satu daerah dapat dengan cepat menyebar ke daerah lain melalui media sosial, rekomendasi wisata, maupun migrasi masyarakat.

Bagi pelaku usaha kuliner, fenomena ini membuka peluang besar. Ika menilai bahwa menghadirkan menu yang unik dan berbeda menjadi kunci untuk menarik perhatian konsumen. “Masyarakat sekarang suka mencoba hal baru. Kalau ada menu yang berbeda, mereka akan penasaran,” katanya. Ia pun berkomitmen menjaga kualitas minuman agar konsumen tetap puas.

Selain faktor rasa dan gizi, es kacang merah juga memiliki nilai budaya. Minuman ini menjadi simbol kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal. Kacang merah yang selama ini lebih banyak digunakan dalam masakan, kini tampil dalam bentuk minuman segar yang mampu bersaing dengan produk modern. Kehadirannya di ruang publik seperti sentra kuliner Taman Brantas memperlihatkan bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.

Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, es kacang merah menawarkan keunikan yang sulit ditandingi. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan kuliner dari Palembang ke Kediri. Cerita ini menjadi bagian dari dinamika masyarakat yang terus bergerak, mencari pengalaman baru, dan merayakan keberagaman.

Masyarakat Kediri sendiri tampak menerima dengan baik kehadiran es kacang merah. Banyak pengunjung yang datang ke kedai Ika untuk mencoba minuman tersebut. Beberapa bahkan menjadikannya sebagai menu favorit yang selalu dipesan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi kuliner dapat dengan cepat diterima jika sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Ika berharap es kacang merah dapat semakin dikenal luas. Ia berencana menambah variasi penyajian, misalnya dengan menambahkan topping buah segar atau mengganti jenis gula untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen yang lebih peduli pada kesehatan. “Kita harus terus berinovasi supaya konsumen tidak bosan,” ujarnya.

Fenomena ini juga memberi pelajaran bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga soal identitas, kesehatan, dan kreativitas. Es kacang merah menjadi contoh bagaimana sebuah inovasi sederhana dapat membawa dampak besar. Dari Palembang hingga Kediri, minuman ini menyatukan masyarakat dalam pengalaman kuliner yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang peduli pada pola makan sehat, es kacang merah berpotensi menjadi salah satu minuman yang bertahan lama di pasar. Kehadirannya di sentra kuliner Kediri menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat berkembang dan diterima luas. Dalam konteks ini, es kacang merah bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari perjalanan kuliner Indonesia yang terus beradaptasi dengan zaman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan