
Pelaku UMKM di Ende Meraih Keuntungan Saat Gelaran El Tari Memorial Cup XXXIV
Gelaran Liga 4 Piala Gubernur Zona NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende tahun 2025 menjadi momen berharga bagi warga dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ende. Selama event sepak bola bergengsi ini berlangsung, banyak pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan untuk mengais rezeki dari para penonton yang hadir di Stadion Marilonga.
Selama periode 9 November hingga menjelang puncak turnamen, beberapa pelaku UMKM seperti Dewi Purwanti dan Mama Tiro turut serta dalam aktivitas jual beli di sekitar stadion. Mereka berharap bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dari kehadiran penonton yang datang menonton pertandingan.
Pengalaman Dewi Purwanti
Dewi Purwanti, salah satu pelaku UMKM yang sering berjualan di lapangan Pancasila, kini mencoba peruntungan di Stadion Marilonga. Ia mengatakan bahwa tidak semua pertandingan memberikan hasil yang sama. Hanya tim-tim tertentu yang membuat lapaknya ramai.
"Tergantung, tidak semua tim main selalu ramai. Misalnya, saat Perse Ende main, biasanya penghasilannya lumayan. Kalau Perse main, laku sekali," ujarnya.
Pada saat Perse Ende melawan Persematim Manggarai Timur, Dewi berhasil mendapat penghasilan hingga dua juta rupiah lebih dari berjualan gorengan dan cemilan lainnya. Sementara itu, saat tim-tim lain bermain, ia hanya mendapat rata-rata Rp 500-600 ribu per hari.
Ia juga menyebutkan bahwa di dalam stadion dan halaman stadion juga ada pedagang lain, sehingga persaingan terjadi. Namun, ia tetap bersyukur karena penghasilannya cukup baik.
Pengalaman Mama Tiro
Sementara itu, Mama Tiro, ibu rumah tangga dari Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan makanan dan minuman ringan. Ia baru mulai berjualan sejak pembukaan ETMC XXXIV di Ende awal November lalu.
Meskipun tidak semua pertandingan ramai, Mama Tiro mengaku mendapatkan penghasilan yang lumayan. "Kalau penontonnya banyak, pemasukan lumayan juga. Tapi kalau tim-tim dari jauh main, sepi. Pembeli paling ramai saat Perse, PSN Ngada dengan Maumere, selain itu saat Flotim, FU main itu penghasilan kami juga lumayan," katanya.
Dalam satu malam, Mama Tiro bisa mendapatkan sekitar Rp 500 ribu. Namun, ia mengklaim bahwa saat pertandingan tuan rumah Perse Ende dan tim asal Pulau Flores yang memiliki banyak pendukung, penghasilannya melebihi angka tersebut.
Harapan dan Apresiasi
Baik Dewi maupun Mama Tiro menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia yang memberikan akses untuk berjualan di halaman Stadion Marilonga. Meski sebelumnya sempat tidak diberi akses, kini mereka merasa puas dengan kebijakan yang diterapkan.
Mama Tiro juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende dapat membuka lapak khusus untuk pelaku UMKM agar mereka bisa berjualan secara lebih nyaman dan aman di Stadion Marilonga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar