
Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Didorong oleh Tenaga Kerja Asing
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan III 2025 mencapai angka yang sangat tinggi, yaitu sebesar 39,10 persen (yoy), menjadikannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi secara nasional. Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah keberadaan tenaga kerja asing (TKA), khususnya di sektor hilirisasi nikel.
Kehadiran TKA tersebut tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan industri nikel yang kini menjadi motor penggerak utama ekonomi Maluku Utara. Dalam sebuah sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara di Ternate, Staf Ahli Gubernur, Fachruddin Tukuboya, menyampaikan bahwa keberlanjutan perizinan TKA menunjukkan adanya komitmen investasi jangka panjang dalam sektor ini.
Jumlah TKA Asal Tiongkok yang Dominan
Data hingga Agustus 2025 menunjukkan bahwa jumlah TKA asal Republik Rakyat Tiongkok mencapai 9.564 orang, jauh lebih besar dibandingkan negara-negara lain seperti Australia (7 orang), Jerman dan Korea Selatan (masing-masing 3 orang), serta Amerika Serikat (2 orang). Sebaran TKA terbanyak berada di Halmahera Tengah dengan 6.537 orang, diikuti oleh Halmahera Selatan dengan 2.986 orang, sementara kabupaten/kota lainnya memiliki jumlah di bawah 30 orang.
Mayoritas TKA yang hadir di Maluku Utara bekerja di posisi profesional, operator mesin industri, dan tenaga teknis yang berperan penting dalam proses hilirisasi tambang. Fachruddin Tukuboya menjelaskan bahwa kebutuhan sektor hilirisasi terhadap tenaga ahli masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia (SDM) lokal. Oleh karena itu, kehadiran TKA tetap diperlukan sebagai bagian dari transfer teknologi dan percepatan pembangunan industri.
TKA datang membawa keahlian, tetapi kehadiran mereka harus menghasilkan kompetensi baru bagi tenaga kerja lokal, ujarnya.
Prioritas Pemerintah untuk Kesejahteraan Masyarakat Lokal
Meski TKA memainkan peran penting dalam pengembangan industri, Fachruddin menegaskan bahwa pemerintah tetap menempatkan kepentingan masyarakat Maluku Utara sebagai prioritas utama. Ia menekankan bahwa kehadiran TKA harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM lokal.
TKA boleh hadir, tetapi pekerja lokal harus naik kelas. Itu prinsip pembangunan ekonomi kami, tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa peningkatan kualitas SDM lokal menjadi kunci agar posisi-posisi strategis kelak dapat diisi oleh putra-putri Maluku Utara sendiri. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Peran TKA dalam Transfer Teknologi
Selain memberikan kontribusi langsung dalam proses produksi, TKA juga berperan dalam transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal. Proses ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan industri nikel di Maluku Utara dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan berkualitas bagi masyarakat setempat.
Dengan adanya kebijakan yang progresif dan transparan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa kehadiran TKA tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun ada tantangan dalam memastikan keseimbangan antara kehadiran TKA dan kepentingan lokal, peluang yang ada sangat besar. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Maluku Utara dapat menjadi pusat pengembangan industri nikel yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, Maluku Utara dapat terus berkembang dan menjadi contoh sukses dalam pengembangan ekonomi daerah yang berbasis sumber daya alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar