
JAKARTA, aiotrade
Industri perfilman Indonesia pada tahun 2025 tidak hanya dihiasi oleh berbagai film besar yang menarik perhatian penonton, tetapi juga beberapa judul yang nyaris tidak diminati. Bahkan, beberapa film yang telah dirilis di jaringan bioskop nasional mencatat angka penonton yang terbilang rendah. Berikut ini adalah daftar film-film yang mengalami penurunan minat dari masyarakat meski telah hadir di layar lebar.
Daftar Film dengan Jumlah Penonton Rendah Tahun 2025
-
Misteri Cek Khodam
Disutradarai oleh Limbad, film horor ini dibintangi oleh Bopak Castello, Reiner Manopo, Budi Limbad, dan Daus Separo. Film yang dirilis pada 6 Februari 2025 hanya berhasil menarik 27 penonton selama 39 kali tayangan. Meskipun memiliki alur cerita yang menarik, film ini gagal membangun antusiasme dari penonton. -
Basement: Jangan Turun ke Bawah
Karya Enjah Praboe ini dibintangi oleh Nicharter, Johfi Syazeli, dan Amanda Lucson. Film yang tayang pada 5 Juni 2025 bercerita tentang Raka, seorang penulis yang dihantui sosok perempuan misterius dari basement kantornya. Sayangnya, film ini hanya dikunjungi oleh 115 penonton. -
Korban Jatuh Tempo: Pinjol
Dirilis pada 17 April 2025, film horor komedi ini disutradarai oleh Bram Ferino. Ceritanya mengisahkan penghuni kos yang akhirnya mengakhiri hidup karena terlilit utang pinjaman online. Meskipun tema yang diangkat dekat dengan realitas sosial, film ini hanya meraup 179 penonton. -
Putra
Film animasi produksi Spectrum Film Indonesia yang bekerja sama dengan studio animasi India-Singapura Cosmos Maya ini tayang pada 16 Agustus 2025. Namun, film keluarga ini hanya mendatangkan 293 penonton di bioskop. Meskipun memiliki visual yang menarik, film ini tidak mampu menarik perhatian penonton. -
Cinta Pertamaku
Disutradarai oleh Kamarul Akbar, film berdurasi 88 menit ini dibintangi oleh Giselle Nicoleen Cahadi, Fadel Lenon, Caitlyn Angela, dan Naomi Putri. Meski menargetkan pasar remaja, film ini berakhir dengan total 579 penonton. Minimnya promosi dan kurangnya daya tarik cerita menjadi faktor utama penurunan minat. -
Parah Bener
Film komedi karya sutradara Deni Atmaja menampilkan Gabriella Desta dan Hendy Salimy. Ceritanya berfokus pada Marko, Paing, Nacing, dan Japri yang selalu terjebak masalah. Hasilnya, film ini hanya mampu menarik 656 penonton. -
Gara-Gara Cicilan
Mengisahkan persahabatan Rija (fotografer), Jhaka (barista), dan Tiara (mahasiswi yang bekerja paruh waktu). Permasalahan bermula ketika Jhaka terlambat membayar cicilan motor karena membantu biaya kuliah Tiara. Dibintangi Rijja Abbas dan Jhaka Wijaz, film ini terhenti di angka 660 penonton. -
Uwentira Kota Jin
Film horor yang diadaptasi dari urban legend kota gaib Uwentira di Sulawesi Tengah ini dirilis pada 13 Maret 2025. Meski mengangkat mitos lokal, film ini hanya ditonton 917 orang. Ketidakpuasan terhadap narasi dan kurangnya promosi menjadi penyebab utama penurunan minat penonton.
Kesimpulan
Film-film yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa industri perfilman Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik minat penonton. Meskipun beberapa film memiliki konsep yang menarik atau mengangkat isu sosial, jumlah penonton yang rendah menunjukkan bahwa promosi, kualitas cerita, dan strategi pemasaran perlu diperbaiki. Dengan perbaikan di berbagai aspek, industri ini bisa kembali bangkit dan memberikan pengalaman menonton yang lebih memuaskan bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar