
Peran Formasi Tiga Bek dalam Strategi Ruben Amorim
Ruben Amorim, pelatih baru Manchester United, telah memperkenalkan formasi tiga bek sebagai bagian dari strateginya sejak ia bergabung pada November 2024. Formasi ini menjadi andalannya dan terus diterapkan dalam berbagai pertandingan yang diikuti oleh klub.
Dari total 60 pertandingan yang telah dijalani oleh The Red Devils, Amorim hanya tiga kali menggunakan formasi 3-4-3, sedangkan sisanya, yaitu 57 kali, ia memakai formasi 3-4-2-1. Meskipun begitu, performa tim belum sepenuhnya sesuai harapan. Dalam 60 pertandingan tersebut, Manchester United mencatatkan 24 kemenangan, 23 kekalahan, dan 13 hasil imbang dengan total gol yang tercipta sebanyak 119 dan kebobolan 112 gol.
Formasi tiga bek yang digunakan oleh Amorim masih jauh dari kata sempurna. Hal ini membuat banyak tekanan muncul dari berbagai pihak agar ia mengubah strategi permainan. Namun, pelatih asal Portugal itu tetap bersikeras untuk terus memainkan formasi yang ia percaya.
Baru-baru ini, Amorim kembali menyampaikan bahwa formasi tiga bek yang ia gunakan belum sepenuhnya optimal. Ia mengaku bahwa untuk bisa memainkan formasi 3-4-3 secara sempurna, diperlukan investasi besar dalam hal pembelian pemain serta waktu yang cukup lama untuk mengimplementasikannya.
Menurut Amorim, formasi tiga bek membutuhkan pemain-pemain yang tepat dan memahami sistem yang digunakan. Karena itu, Manchester United harus melakukan belanja pemain yang signifikan dan memberi waktu bagi pemain baru untuk beradaptasi dengan sistem yang diterapkan.
“Saya merasa bahwa jika memainkan formasi 3-4-3 yang sempurna, kita perlu mengeluarkan banyak uang dan kita membutuhkan waktu,” ujarnya saat berbicara mengenai taktiknya menjelang pertandingan melawan Newcastle United, Sabtu (27/12/2025) pukul 03.00 WIB.
Namun, pembelian pemain besar-besaran ini memerlukan persetujuan dari petinggi klub. Meskipun memiliki dana yang cukup besar, Amorim tidak bisa sembarangan dalam membeli pemain. Ia harus mematuhi aturan klub yang akan mendatangkan pemain baru hanya jika pemain lama dengan gaji besar hengkang.
Karena itu, pelatih berusia 40 tahun ini hanya bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada dan memainkan taktiknya semaksimal mungkin.
“Jadi, saya mulai mengerti bahwa itu (belanja pemain dan waktu) tidak akan terjadi, jadi mungkin saya harus beradaptasi,” pungkasnya.
Hasil yang Mulai Menggembirakan
Meski masih ada kendala dalam implementasi formasi tiga bek, adaptasi Amorim di Manchester United mulai menunjukkan hasil positif. Dalam kompetisi Liga Inggris 2025-2026, The Red Devils berhasil menempati posisi tujuh besar dengan koleksi 26 poin dari 17 pertandingan.
Meski belum mencapai level sempurna, Manchester United hanya terpaut tiga poin dari empat besar yang ditempati oleh Chelsea. Dengan demikian, Setan Merah masih memiliki peluang besar untuk finis di papan atas asalkan mampu mempertahankan konsistensi dalam meraih hasil apik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar