Foto, Video, dan Kenangan Berharga

Pengalaman Pribadi dalam Mengabadikan Momen

Apakah di antara kalian ada yang suka mengambil foto secara acak atau justru tidak menyukai ketika harus menyimpan foto-foto yang dianggap tidak penting di galeri. Bisa saja ada orang yang ingin memfoto segala sesuatu, tapi juga ada yang hanya memfoto hal-hal yang dirasa penting saat itu.

Ini adalah pengalaman pribadiku. Aku adalah seseorang yang sangat senang mengambil foto apapun itu, terutama ketika sedang bersama keluarga. Aku suka mengabadikan momen-momen spesial seperti liburan bersama keluarga, ibadah bersama, bahkan saat berada di rumah pun aku tetap suka mengambil foto.

Kebiasaanku mengabadikan segala hal sering membuat beberapa orang berkomentar, "Kenapa semua harus difoto? Nanti juga akan terulang lagi." Aku selalu menjawab dengan candaan tanpa merasa marah karena setiap orang memiliki prinsip yang berbeda-beda.

Tapi aku selalu melakukannya karena aku memiliki prinsip untuk mengabadikan apa pun yang terjadi, karena bagiku tidak semua kejadian bisa terulang lagi.

Momen Natal Bersama Keluarga

Nah, sekarang kita sudah memasuki bulan Desember, dan mendekati hari Natal. Aku teringat oleh salah satu momen penting yaitu merayakan Natal bersama keluarga.

Pada tahun lalu, tepatnya pada Minggu, 15 Desember 2025 merupakan hari perayaan Natal di gerejaku. Acara dimulai jam 5 sore dan kami sekeluarga sudah hadir sejak jam 3 sore. Di tengah menunggu acara mulai, kami sekeluarga berfoto di depan pohon Natal dan photobooth. Aku dan tiga saudara serta Mamiku berpose sambil membawa kado, sementara Papiku tidak membawa kado, ia memegang Alkitab yang akan digunakan dalam perayaan Natal hari itu. Pada hari itu, kami banyak mengabadikan momen melalui foto dan video.

Mungkin ada yang berpikir, "Ah, tahun depan juga Natalan lagi." Itu benar, masih akan ada tahun-tahun berikutnya untuk kita merayakan Natal. Tapi menurutku, setiap momen pasti akan berbeda.

Aku bersama keluargaku memang akan merayakan Natal pada tahun-tahun berikutnya, tapi tidak dengan Dia. Dengan Dia yang tidak memegang kado pada hari itu. Dengan dia yang mengajarkanku bahwa momen itu sangat penting. Dari dia aku bisa seperti ini, dia yang selalu mengajarkanku, mendidikku, menjadi orang yang sangat kucinta, Papi.

Iya, aku bukan hanya tidak bisa merayakan Natal bersama Papi. Tapi aku juga tidak bisa bertemu Papi di dunia ini lagi.

Kehilangan Papi

Papi ku adalah orang yang sehat, rajin olahraga, badan fit, namun dia jarang tidur. Kenapa bisa begitu? Karena dia sangat sayang kepada kita semua. Sebelumnya, aku ingin memberitahu bahwa Papi aku adalah pendeta yang menjabat sebagai gembala di gereja kami. Papi sangat perhatian dan menyerahkan hidupnya bagi kami. Bukan hanya kami, istri dan anak-anaknya, tapi juga bagi semua anak rohaninya (jemaat gereja kami). Papi selalu bilang, apapun yang terjadi, hubungi saya bisa 24 jam. Papiku telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani, hal ini membuat Papi harus fokus dalam pelayanannya.

Pada Agustus 2024 dan Desember 2024 rekan sepelayanan Papiku sudah tidak bisa membantu melayani di gereja, karena salah satu dari mereka dipanggil oleh Tuhan. Aku sadar, setelah hanya berdua bersamaku untuk mengurus gereja, Papi sangat sibuk. Aku lihat istirahatnya semakin sedikit, berbanding terbalik dengan tugasnya yang semakin banyak.

Puncaknya pada Sabtu, 17 Mei 2025 pagi hari pukul 08.00. Papi setelah pulang membeli sarapan, Papi harus pergi selamanya dengan kejadian pusing lalu lemas. Semua sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Papi sudah tidak bisa diselamatkan. Papi sudah bersama Tuhan untuk selamanya.

Pentingnya Mengabadikan Momen

Setelah kejadian ini, aku semakin sadar bahwa mengabadikan momen sangat penting. Jika aku tidak mengabadikan foto dan video hal random bersama keluarga ku, mungkin aku tidak bisa melihat ulang video tersebut, tapi dengan adanya kenangan lewat foto dan video, aku bisa:

  • Melihat itu,
  • Mengingat momen itu, dan
  • Bersyukur kepada Tuhan diberi kesempatan melihat ulang momen itu.

Setelah kalian membaca ceritaku di atas, apakah kalian sedih atau senang atau bagaimana? Silakan tulis komentarmu di bawah.

Menurutku sih, semua momen harus diabadikan melalui foto atau video. Karena bisa saja kita tidak bisa mengulang momen itu lagi. Dan jangan pernah menganggap remeh tentang mengabadikan momen. Mungkin kamu bukan orang yang suka foto-foto, tapi mungkin kalian bisa menulis atau apa pun itu supaya kita tetap memiliki kenangan tersebut dalam bentuk fisik.

Aku harap kalian semua bisa belajar untuk menghargai setiap momen yang ada, nanti melalui foto atau video bahkan melalui tulisan.

Kalo boleh tau, kalian tim yang mana nih? Suka-suka foto atau yang ga begitu suka foto? Komen di bawah yaa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan