Fulham Kalah Dramatis 4-5, Marco Silva Optimis

Pertandingan Dramatis yang Menunjukkan Potensi Fulham

Pertandingan antara Fulham dan Manchester City yang berlangsung pada Rabu (4/12) dini hari lalu menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam sejarah Liga Inggris. Meskipun akhirnya kalah dengan skor 5-4, Marco Silva, pelatih Fulham, mengakui bahwa ada banyak hal positif yang bisa diambil dari pertandingan ini.

Pertandingan yang berlangsung di Craven Cottage ini dimulai dengan keunggulan Manchester City. Tijjani Reijnders dan Phil Foden berhasil membawa City unggul 3-0 dalam babak pertama. Namun, empati tuan rumah muncul ketika Emile Smith Rowe mencetak gol lewat sundulan yang indah, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

Di babak kedua, Foden kembali mencetak gol untuk membawa City unggul 4-1. Sementara itu, Sander Berge mencetak gol bunuh diri yang membuat keunggulan City menjadi 4-1. Meski begitu, Fulham tidak menyerah. Alex Iwobi mencetak gol di menit ke-57, memberikan harapan bagi timnya.

Samuel Chukwueze kemudian mencetak dua gol cepat, memberikan kesempatan bagi Fulham untuk menyamakan kedudukan. Sayangnya, harapan itu pupus setelah Josko Gvardiol berhasil menepis tendangan Josh King yang nyaris masuk gawang.

Rekor dan Catatan Penting

Ini adalah pertandingan pertama Fulham melawan tim papan atas yang menghasilkan sembilan gol atau lebih sejak kekalahan 7-2 di West Ham pada Februari 1968. Selain itu, ini juga pertandingan pertama di kandang sendiri sejak kekalahan 6-3 dari Aston Villa pada September 1965.

Silva mengungkapkan bahwa meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, ia tetap mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Ia mengatakan:

"Tentu saja, kami mengambil banyak hal positif dari pertandingan ini, tetapi perasaannya tidak sebaik yang Anda harapkan," katanya kepada BBC Match of the Day.

Ia juga menyebutkan bahwa timnya tidak memulai dengan baik, terutama di 20 menit pertama, yang membuat mereka kebobolan gol dengan mudah. Meski demikian, reaksi tim setelah kebobolan selalu positif.

"Kami memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan setelah tertinggal 1-0. Ini adalah pertandingan di mana Anda mencetak empat gol dan kalah di kandang sendiri, perasaan itu tidak bagus," ujarnya.

Kekalahan yang Mengesankan

Fulham kini mencatatkan kekalahan di kandang saat mencetak empat gol untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Sebelumnya, mereka kalah 6-4 dari Leicester City di divisi dua pada bulan September 1952.

Kekalahan ini juga berarti bahwa Cottagers menorehkan 16 kekalahan beruntun di Liga Inggris melawan City, serta kekalahan ke-19 di semua kompetisi, yang merupakan rekor buruk bagi mereka.

Namun, ada satu hal positif yang bisa diambil dari pertandingan ini, yaitu penampilan Samuel Chukwueze. Pemain pengganti ini menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencetak dua gol setelah sebelumnya tampil baik saat mengalahkan Tottenham.

Chukwueze mencatatkan total tembakan tertinggi di tim (empat), serta memiliki sentuhan di kotak penalti lawan (tiga) dan dribel sukses (dua). Hanya Iwobi (23) dan Berge (14) yang memiliki lebih banyak umpan di sepertiga akhir dibandingkan Chukwueze yang mencatatkan 13 umpan.

Penutup

Setelah pertandingan, Chukwueze mengekspresikan kegembiraannya setelah mencetak dua gol pertamanya di Liga Primer.

"Pertandingan yang gila. Saya suka semangat tim, hampir bangkit. Sulit untuk menerima ini, tapi kami tetap semangat. Saya yakin, kami yakin kami bisa mencetak gol berikutnya. Tapi kami harus melupakannya," tutupnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan