Gaji John Herdman bikin geger, lebih murah dari 3 pelatih legendaris!

nurulamin - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum mengungkap besaran gaji John Herdman meski sudah mengumumkan sang pelatih jadi nakhoda anyar Timnas Indonesia. Tapi, disinyalir upah juru taktik asal Inggris itu lebih murah dari para pelatih Garuda sebelumnya.

John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Dia diumumkan PSSI untuk menangani Garuda mulai 2026 pada Sabtu (3/1) sore.

"PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional," tulis PSSI dalam laman resminya, dipetik Minggu (4/1).

Peresmian John Herdman ini sekaligus mengakhiri teka-teki pelatih baru Timnas Indonesia. Rumor soal nakhoda anyar Garuda ini sudah muncul sejak tahun lalu, tak lama setelah Patrick Kluivert sepakat berpisah dengan PSSI pada Oktober 2025.

Kehadiran John Herdman pun disambut suka cita. Masyarakat dan penggemar Timnas Indonesia kini sudah tahu sosok yang akan jadi pemimpin baru skuad Garuda adalah Herdman.

Secara popularitas, nama Herdman tak setenar pelatih-pelatih Timnas Indonesia sebelumnya seperti Luis Milla, Shin Tae-yong, dan Patrick Kluivert. Dia bukan lah sosok yang telah terkenal saat jadi pemain seperti pendahulunya.

Tapi, ada satu hal yang cukup menyita perhatian dari John Herdman. Yakni gaji dan rekam jejaknya, yang ternyata sangat berbeda dengan tiga pelatih asing Garuda sebelumnya.

PSSI sebenarnya sampai saat ini belum mempublikasikan detail kontrak John Herdman, terutama besaran gajinya.

Namun, dari laporan yang beredar di media Kanada, khususnya canadiansoccerdaily.com menyebut upah eks pelatih Timnas Kanada itu mencapai USD 40.000 per bulan. Jika dikonversi ke.rupiah maka besarannya mencapai Rp 668,4 juta per bulan.

Jika dibandingkan dengan tiga pelatih asing Timnas Indonesia sebelumnya, nominal itu sangat jomplang. Sebab, dari era Luis Milla hingga Patrick Kluivert, imbalan yang diterima para nakhoda Garuda rata-rata mencapai Rp 1 miliar per bulan.

Luis Milla, contohnya. Gaji pelatih asal Spanyol itu mencapai sekitar Rp 1-2 miliar per bulan. Nominal yang cukup besar untuk pelatih yang sudah terkenal sejak jadi pemain dan berpengalaman di tim nasional kelompok umur Spanyol dari U-17 hingga U-23.

PSSI kemudian menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala per 2019. Juru taktik asal Korea Selatan itu datang dengan modal sukses membawa timnas negaranya tampil di Piala Dunia 2018 dan sempat menempatkan Jerman sebagai juru kunci.

Kebersamaan PSSI dan Shin Tae-yong pun terbilang awet. Kedua belah pihak bekerja sama dalam dua periode, dengan tiap masanya memiliki besaran gaji berbeda.

Periode awal pada 2019-2024, gaji Shin Tae-yong mencapai Rp 1,1 miliar per bulan. Jika ditotal, uang Rp 14,2 miliar mengalir ke rekening pelatih berusia 55 tahun itu setiap tahunnya.

Kemudian di periode kedua pada 2024-2027, Shin Tae-yong mendapatkan upah senilai Rp 1,9 miliar per bulan atau Rp 23,6 miliar per tahun. Tapi, kontrak kedua ini hanya berlangsung selama beberapa bulan karena Shin Tae-yong dipecat pada awal Januari 2025.

Nah, terakhir Patrick Kluivert termasuk yang paling mahal. Mengutip dari Kantor Berita Antara, taktik asal Belanda itu mendapat gaji sekitar Rp 1,3 hingga Rp 1,5 miliar per bulan atau sebesar Rp18 miliar per tahun.

Kontrak ini berlangsung selama dua tahun. Kluivert saat itu didatangkan dengan rekam jejak menjadi legenda saat pemain. Sementara sebagai pelatih cukup minor, yakni hanya menangani Timnas Curacao (2015-2016 dan 2021), serta klub Turki, Adana Demirspor Kulubu.

John Herdman Paling Murah Tapi Menjanjikan!

Dapat disimpulkan John Herdman jadi pelatih dengan bayaran paling murah jika dibandingkan dengan Luis Milla, Shin Tae-yong, dan Patrick Kluivert. Tapi, secara rekam jejak, Herdman lebih menjanjikan.

Sebelum datang ke Indonesia, John Herdman adalah pelatih yang berpengalaman menangani tim nasional dan mampu lolos ke Piala Dunia, baik di tim putra maupun putri.

Di sepak bola putri misalnya, Herdman pernah menangani Timnas Putri Selandia Baru pada 2006 hingga 2011. Di sana dia membawa tim itu lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011.

Kesuksesan itu membuatnya pindah ke Kanada. Dia kembali menangani timnas putri dan prestasi besar ditorehkan. Yakni berupa lolos ke Piala Dunia Wanita pada 2015 dan menyabet dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Lalu, pada 2018, Herdman beralih ke timnas putra Kanada. Kesuksesan pun didapat dengan berhasil mengantar Kanada ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Capaian itu jadi momen bersejarah sepak bola Kanada karena jadi yang pertama setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan