John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia
John Herdman akhirnya resmi diangkat sebagai pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia setelah sebelumnya Patrick Kluivert dipecat. Dengan usia 50 tahun, pelatih asal Inggris ini diberi kontrak jangka panjang dengan skema 2+2 tahun, yang berarti kontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan tambahan dua tahun. Selain memimpin Timnas Senior, Herdman juga akan menahkodai skuad U-23 Indonesia, sehingga memiliki peran ganda dalam menjaga keberlanjutan prestasi sepak bola Tanah Air.
PSSI mengumumkan penunjukan Herdman pada Sabtu, 3 Januari 2026, yang menjadi momen penting bagi sepak bola Indonesia. Momen ini menandai dimulainya era baru bagi Timnas Garuda yang sempat tidak memiliki pelatih sejak Oktober 2025 lalu. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa penunjukan Herdman merupakan langkah strategis untuk membangun proyek berkelanjutan dalam sepak bola nasional.
Gaji Fantastis John Herdman
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah besaran gaji yang diterima oleh John Herdman. Berdasarkan laporan media asing dari Toronto, Kanada, Waking The Red, gaji bulanan John Herdman mencapai sekitar Rp 670 juta atau setara dengan US$40.000. Angka ini menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan PSSI untuk menunjuk mantan pelatih Kanada tersebut sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Selain gaji besar, kontrak jangka panjang yang diberikan kepada Herdman menunjukkan komitmen PSSI terhadap proyek jangka panjang. Kontrak 2+2 tahun ini memberikan stabilitas dan kesempatan bagi Herdman untuk membawa Timnas Indonesia menuju target besar, yaitu kualifikasi ke Piala Dunia 2030.
Misi Piala Dunia 2030
Kedatangan John Herdman diproyeksikan sebagai langkah strategis untuk menatap Piala Dunia 2030. Jika tidak ada halangan, Herdman akan tetap menjadi pelatih utama hingga turnamen tersebut digelar. Erick Thohir menyatakan bahwa penunjukan Herdman dilakukan karena ia memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk membawa Timnas Indonesia menuju level dunia.
Herdman juga akan memimpin skuad Garuda Muda di ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ini menunjukkan bahwa PSSI ingin membangun program yang lebih agresif dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Profil dan Rekor Dunia John Herdman
John Herdman adalah pelatih berlisensi Pro-UEFA yang telah membuktikan kemampuannya dalam berbagai tingkatan. Ia mulai kariernya dengan memimpin timnas junior Selandia Baru pada 2003, lalu menjadi pelatih kepala Timnas Putri Kanada dari 2006 hingga 2011. Setelah itu, ia pindah ke Timnas Putra Kanada, di mana ia menjabat pelatih U-23 dan senior pada 2018.
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Herdman pernah melatih klub Toronto FC dari 2023 hingga 2024. Prestasi terpentingnya adalah menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Ia sukses membawa Timnas Putri Kanada ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mengantarkan Timnas Putra Kanada tampil di Piala Dunia Qatar 2022.
PR Besar John Herdman Jelang Debut Bersama Timnas Indonesia
Meski memiliki rekam jejak yang luar biasa, John Herdman dihadapkan pada tantangan besar jelang debutnya bersama Timnas Indonesia. Beberapa pemain kunci seperti Thom Haye dan Shayne Pattynama tidak akan bisa bermain karena sanksi dari FIFA. Kedua pemain ini mendapat larangan main empat laga dan denda masing-masing 5000 Franc Swiss atau sekitar Rp105,2 juta.
Kehilangan dua pemain tersebut menjadi PR tersendiri bagi Skuad Garuda, terutama di sektor lini tengah. Thom Haye sering menjadi pengatur serangan Timnas Indonesia, sedangkan Shayne Pattynama bisa digantikan oleh pemain lain di posisi bek kiri.
Krisis Lini Tengah dan Absennya Pemain Andalan
Saat ini, Timnas Indonesia hanya memiliki Joey Pelupessy sebagai pemain di lini tengah. Ivar Jenner masih ada, namun ia belum pernah tampil sejak Oktober 2025 dan jarang menjadi starter bersama Jong Utrecht. Hal ini membuat lini tengah menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki oleh Herdman.
Strategi dan Formasi Pragmatis John Herdman
John Herdman dikenal dengan pola permainan pragmatis dan fleksibel. Ia tidak ragu menggunakan formasi yang berbeda sesuai kebutuhan. Untuk mengisi kekosongan di lini tengah, beberapa opsi seperti Calvin Verdonk dan Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi alternatif. Meskipun demikian, keberhasilan Herdman akan sangat bergantung pada kemampuan tim dalam menghadapi tekanan dan krisis pemain.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar