
Penjelasan Mengenai Risiko Galbay di Tunaiku
Dalam dunia perpinjaman online, isu gagal bayar atau galbay sering menjadi topik yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Salah satu aplikasi yang sering dibicarakan adalah Tunaiku. Untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kegelisahan masyarakat, edukator pinjaman online Singgih B Maulana memberikan penjelasan melalui kanal YouTube miliknya.
Menurut Singgih, meskipun telat bayar atau galbay di Tunaiku memiliki risiko, hal tersebut tidak seburuk yang dikhawatirkan oleh banyak orang. Ia menjelaskan bahwa setiap keterlambatan pembayaran pasti memiliki konsekuensi, namun risiko tersebut jelas dan dapat dipahami.
Tunaiku sendiri merupakan layanan pinjaman online yang dioperasikan oleh PT Bank Amar Indonesia (Amar Bank). Hal ini berarti layanan tersebut legal, berizin, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Identitas nasabah seperti KTP dan data pribadi disebut aman karena berada dalam pengawasan regulator.
Tiga Risiko Utama Jika Nasabah Telat Bayar
Singgih menjelaskan tiga risiko utama yang bisa terjadi jika nasabah telat membayar pinjaman di Tunaiku. Pertama, nama peminjam akan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai nasabah bermasalah. Kedua, skor kredit atau BI Checking akan menjadi buruk, yang berdampak pada kemungkinan pengajuan kredit lain di masa depan. Ketiga, adanya debt collector (DC) lapangan yang bisa datang ke rumah nasabah.
Namun, ia menekankan agar nasabah tidak merasa panik. “Jangan stres, jangan takut. Jalani hidup seperti biasa. Fokus kerja, fokus usaha, dan berdoa,” katanya.
Hak Nasabah Saat Dihadapkan dengan Debt Collector
Mengenai debt collector, Singgih mengingatkan bahwa nasabah tetap memiliki hak. Jika ada DC yang datang, hadapi dengan tenang dan sampaikan kondisi keuangan secara jujur. Contohnya, nasabah bisa berkata, “Pak, saya belum punya uang.”
Ia juga menegaskan bahwa jika DC melakukan tindakan kekerasan, teror, atau ancaman, nasabah berhak melapor ke polisi. Dalam aturan, penagihan harus dilakukan secara etis dan manusiawi.
Pandangan Realistis Terkait Ekonomi dan Hutang
Singgih mengajak masyarakat untuk berpikir realistis. Menurutnya, saat kondisi ekonomi belum stabil, jangan memaksakan diri menggali lubang tutup lubang. Fokus pada memperbaiki ekonomi jauh lebih penting.
“Kalau sudah sukses, wajib bayar hutang. Tapi kalau sekarang belum punya penghasilan, ya fokus cari uang dulu,” katanya.
Pesan Utama: Galbay Bukan Akhir Segalanya
Pesan utama yang disampaikan Singgih sangat sederhana: galbay bukan akhir segalanya. Dengan sikap tenang, pemahaman risiko, dan fokus membangun masa depan, hutang tetap bisa diselesaikan di kemudian hari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar