
Garudayaksa FC, Klub Baru yang Menyita Perhatian di Pegadaian Championship 2025/2026
Di tengah persaingan sengit dalam Pegadaian Championship 2025/2026, satu nama tim pendatang baru mulai mencuri perhatian, yakni Garudayaksa FC. Klub ini akan menjalani uji coba terbuka melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (13/12/2025) pukul 15.30 WIB.
Garudayaksa FC baru saja menyelesaikan musim perdananya dengan identitas baru dan tampil mengejutkan dengan memuncaki Grup Barat. Dari 12 laga, tim berjuluk Spirit of Garuda itu mengoleksi 27 poin, hasil dari 8 kemenangan, 3 imbang, dan hanya 1 kekalahan. Statistik ini membuat banyak pihak pencinta sepakbola tanah air mulai melirik klub tersebut.
Sebenarnya, bila menilik komposisi skuad, pencapaian ini bukanlah hal yang mengherankan. Di ruang ganti, nama-nama berpengalaman seperti Andik Vermansyah, Roken Tampubolon, Bagus Nirwanto, Adittia Gigis, Asep Berlian, hingga Manda Cingi berjejer. Belum lagi tiga legiun asing, Vicente Concha, Seung-woo Ryu, dan Everton Nascimento yang menjadikan skuad ini terasa begitu mewah untuk ukuran kasta kedua.
Namun, di balik performa stabil tersebut, terdapat kisah yang lebih panjang dan jarang terdengar. Perjalanan klub ini berawal dari sebuah akademi sepak bola, bukan tim profesional. Pembina Garudayaksa FC, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), mengungkapkan bahwa fondasi klub ini dibangun berdasarkan arahan langsung Prabowo Subianto.
Garudayaksa itu awalnya adalah Akademi Sepak Bola Garudayaksa yang kami dirikan atas petunjuk Pak Prabowo. Fokusnya pembinaan usia dini, tutur Danang pada Tribun Jogja di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (12/12/2025).
Mimpi itu berkembang ketika pada 2024 pihaknya melakukan kerja sama dengan Aspire Academy, salah satu pusat pengembangan pemain muda elite yang berbasis di Doha, Qatar. Dari berbagai diskusi dengan para pakar, muncul kebutuhan bahwa sebuah akademi tidak akan lengkap tanpa klub profesional sebagai tujuan akhir para pemainnya.
Muara dari akademi itu memang harus klub profesional. Kalau tidak punya tempat berkompetisi resmi, akademi terkesan kurang jos, kata anggota Komisi V DPR-RI periode 2024-2029 Itu.
Di situlah titik balik terjadi. Musim lalu, mereka mendekati PSKC Cimahi, klub Liga 2 yang kemudian mereka sokong penuh. Hingga pada kongres PSSI 2025, nama PSKC resmi dilebur menjadi Garudayaksa FC.
Ya memang ini kita balik nama dari PSKC. Tapi jelas bahwa Garudayaksa adalah muara dari akademi kami. Fokus kami tetap pada pembinaan usia dini, jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pesan utama Prabowo Subianto adalah membangun ekosistem sepak bola yang kuat agar Indonesia bisa bersaing di level tertinggi.
Pesan Pak Prabowo, Indonesia ke depan harus bisa masuk Piala Dunia. Salah satunya lewat pembinaan usia dini dan kompetisi yang bagus, tegas Ketua DPW Partai Gerindra DIY itu.
Tantang PSS Sleman di Laga Persahabatan
Garudayaksa FC, pemuncak Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026, akan menjalani laga uji coba menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/12/2025) sore.
Pembina Garudayaksa FC, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya karena timnya diterima untuk melakukan uji coba oleh PSS Sleman.
Kami mengucapkan syukur karena sudah diterima untuk uji coba. Kalau saya nyebutnya pertandingan persaudaraan dengan PSS Sleman, ujar Danang ditemui di Stadion Maguwoharjo, Jumat (12/12/2025).
Ia mengungkapkan, rencana uji coba ini sebenarnya sudah lama ingin direalisasikan sejak dirinya menonton laga PSS di Maguwoharjo. Saat itu, ia bertemu Direktur Teknik PSS, Pieter Huistra, dan Komisaris PSS, Yoni Arseto, lalu mengajukan ajakan latihan bersama.
Alhamdulillah, karena kedekatan dan karena kami juga butuh ritme kompetisi di jeda panjang ini, PSS menerima kami untuk tanding, lanjutnya.
Danang pun mengajak suporter PSS untuk hadir menyaksikan laga tersebut.
Ayo kita ramaikan sebagai hiburan di jeda kompetisi ini. Sleman Fans, BCS, dan Slemania bisa hadir rame-rame. Garudayaksa FC sowan di PSS Sleman untuk latih tanding bersama, katanya.
Danang menjelaskan bahwa uji coba ini penting bagi Garudayaksa FC untuk menjaga ritme permainan sekaligus mengevaluasi komposisi pemain menjelang bursa transfer Januari.
Untuk menjaga ritme, kita akan coba komposisi tim. Apakah nanti perlu bongkar pasang pemain di transfer window Januari untuk menambah kekuatan, jelasnya.
Ia menegaskan bahwa posisi timnya yang kini memuncaki klasemen Grup Barat harus dijaga konsistensinya.
Semoga uji coba dengan PSS ini bisa jadi bekal bagi kedua tim. Mudah-mudahan Garudayaksa FC dan PSS Sleman, yang sama-sama memuncaki klasemen Grup Barat dan Timur, bisa bertemu di pertandingan puncak Liga 2 Championship, harapnya.
Ditanya mengapa memilih PSS Sleman sebagai lawan uji coba, Danang menilai komposisi pemain PSS sangat berkualitas.
Kalau saya lihat, komposisi pemain PSS itu menurut saya bagus sekali. Selain itu saya wong Sleman juga, jadi ada keinginan untuk bareng-bareng uji coba dengan PSS Sleman, ungkapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar