
FGD II Garut Selatan: Dinamika Wilayah yang Terus Berkembang
Focus Group Discussion (FGD) II yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk para ahli peneliti, camat, Kapolsek, Danramil, kepala desa, serta tokoh masyarakat, membahas dinamika wilayah Garut Selatan. Acara ini berlangsung di Hotel ANB Pameungpeuk Garut Selatan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, dan dibuka oleh Asda I Kabupaten Garut Bambang Hafidz.
Wilayah Garut Selatan (Garsel) menunjukkan optimisme untuk menjadi daerah otonomi baru yang terpisah dari Kabupaten Garut. Hal ini didasarkan pada berbagai indikator yang menunjukkan pertumbuhan dan potensi ekonomi yang signifikan.
Potensi Sumber Daya Air dan Infrastruktur
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah hidrografi. Garsel memiliki potensi air permukaan dan air tanah yang cukup melimpah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk serta kegiatan ekonomi. Pembangunan micro hydro di beberapa kecamatan seperti Cisewu, Bungbulang, Pakenjeng, dan Singajaya juga telah dilakukan.
Di bidang sumber daya manusia (SDM), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat jauh dibandingkan 16 tahun lalu.
Potensi Ekonomi dan PAD
Garsel memiliki potensi daerah yang sangat melimpah, termasuk cadangan tambang dan mineral yang layak secara ekonomi. Contohnya adalah emas yang sudah diusahakan oleh PT Antam dan galena. Selain itu, pariwisata pantai dan kelautan juga menjadi salah satu sektor unggulan.
Peningkatan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Produk Domestik Bruto (PDB) dari berbagai sektor menyebabkan peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi PAD CDPOB Garut Selatan terhadap PAD Kabupaten Induk mencapai lebih dari 41 persen.
Aksesibilitas Pelayanan dan Infrastruktur
Aksesibilitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Garsel juga meningkat. Jumlah murid SD, SMP, dan SMA/SMK semakin bertambah, terutama melalui kebijakan pendirian Sekolah Satu Atap yang kebanyakan sudah berstatus negeri. Bahkan, sudah ada lembaga pendidikan tinggi yang berkontribusi pada peningkatan RLS, APK, dan IPM.
Di bidang kesehatan, Garsel kini memiliki RSUD berskala provinsi seperti RSUD Pameungpeuk. Jumlah Puskesmas/Pustu dan klinik swasta juga meningkat, sehingga jumlah dokter dan tempat tidur pasien semakin bertambah.
Perkembangan Infrastruktur dan Tenaga PNS
Infrastruktur di Garsel juga mengalami peningkatan. Saat ini, Garsel memiliki jalan nasional Trans Jabar Selatan sepanjang sekitar 80 km. Panjang dan kualitas jalan provinsi, kabupaten, dan desa juga meningkat.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk pelayanan publik juga bertambah signifikan. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah PNS di Kabupaten Garut sekitar 26.000 orang.
Peran Investor dan Kajian Profesional
Menurut Dr. Gunawan Undang, M.Si sebagai Ketua Presidium Garsel, kehadiran investor seperti PT ANTAM yang mengusahakan emas dapat mendongkrak PAD Garsel lebih signifikan. Beberapa pajak seperti hotel, vila, restoran, air tanah, dan air baku yang melimpah, bahkan pajak kendaraan bermotor melalui manajemen "Samsat Jauh" dapat meningkatkan PAD Garsel.
Kajian ini dilakukan oleh tenaga ahli profesional, yakni guru besar dan doktor dari berbagai perguruan tinggi. Di antaranya adalah:
- Prof. Dr. Didin Muhafidin, M.Si. (Unpad)
- Prof. Dr. Nugraha, M.Si.
- Dr. Sugeng Rifki Mubaroq, M.Pd. (UPI)
- Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si.
- Dr. Taufiq Alamsyah, M.H. (UIN)
- Dr. Dina, M.Si., Dr. Ermi Triaji, M.Si., Dr. Dewi Kania, M.M., Dr. Diki Suherman, M.Si., Meiry Akmara Dhina, M.Pd., Heri, M.Si., dan Eny Nuryani R., M.M. (Universitas Al Ghifari)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar