Gelandang 27 Tahun Selamatkan Juventus dari Kekalahan di Laga Lawan Lecce

Gelandang 27 Tahun Selamatkan Juventus dari Kekalahan di Laga Lawan Lecce

Juventus Harus Puas dengan Hasil Imbang 1-1 Lawan Lecce

Laga antara Juventus dan Lecce pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, menjadi malam yang hampir memalukan bagi tim tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Juventus hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 setelah tertinggal lebih dulu dari Lecce, yang merupakan tim papan bawah.

Gol penyelamat datang dari Weston McKennie, seorang gelandang berusia 27 tahun yang memiliki nilai pasar mencapai Rp382 miliar. Meskipun tidak menorehkan gol yang indah, kehadiran McKennie menjadi penentu dalam menghindarkan Juventus dari kekalahan kandang. Hasil ini juga membuat Juventus gagal memanfaatkan momentum untuk menekan tiga besar klasemen Serie A, sekaligus menegaskan bahwa klub raksasa Italia masih harus bekerja keras untuk menjaga konsistensi permainan.

Juventus Dominan, Lecce Lebih Efisien

Sejak menit awal, Juventus tampil dominan. Kombinasi antara Kenan Yildiz, Andrea Cambiaso, dan Jonathan David terus menggempur pertahanan Lecce. Banyak peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi Juventus. Penampilan gemilang kiper Lecce, Wladimiro Falcone, juga menjadi penghalang besar. Beberapa peluang emas seperti sundulan Jonathan David dan tembakan jarak menengah Cambiaso berhasil dimentahkan dengan refleks luar biasa.

Kesalahan fatal di lini belakang Juventus justru menjadi titik balik dalam pertandingan. Pada menit 45+2, kesalahan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lameck Banda. Pemain Lecce itu mencuri bola, masuk ke kotak penalti, dan menuntaskannya menjadi gol. Skor 0-1 membuat Stadion Juventus terdiam. Lecce, yang secara statistik kalah dalam penguasaan bola, justru unggul berkat efisiensi dan disiplin bertahan.

McKennie Bangkitkan Harapan

Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas permainan. Tekanan akhirnya membuahkan hasil cepat. Pada menit 49, kemelut di kotak penalti Lecce dimanfaatkan dengan sempurna oleh Weston McKennie. Gelandang asal Amerika Serikat itu menyambar bola liar dan menaklukkan Falcone dengan tembakan rendah ke tengah gawang. Skor berubah menjadi 1-1, dan Juventus terhindar dari situasi yang semakin memalukan.

Gol ini terasa sangat krusial. McKennie, yang kini berusia 27 tahun, memiliki nilai pasar Rp382,40 miliar. Dalam laga ini, nilainya terasa sepadan, bukan karena keindahan gol, tetapi dampak besar yang diberikannya bagi tim.

Penalti Gagal, Malam Frustrasi Juventus

Juventus sebenarnya memiliki peluang emas untuk membalikkan keadaan. Pada menit 65, wasit memberikan penalti setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran di kotak terlarang. Jonathan David maju sebagai eksekutor. Namun, Falcone kembali menjadi mimpi buruk. Kiper Lecce membaca arah tembakan dengan sempurna dan menggagalkan penalti tersebut tanpa harus bergerak jauh. Momen ini menjadi simbol frustrasi Juventus sepanjang pertandingan.

Hingga menit akhir, tekanan terus dilancarkan. Kenan Yildiz sempat membentur tiang, sementara peluang Lois Openda di masa injury time melambung jauh di atas mistar. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit akhir.

Gol Rp382 Miliar yang Menyelamatkan Wajah Juventus

Tanpa gol McKennie, Juventus berpotensi menelan kekalahan kandang dari Lecce, tim yang berada di papan bawah klasemen. Karena itu, satu gol gelandang bernilai Rp382 miliar tersebut terasa seperti penyelamat wajah klub raksasa Italia.

McKennie kembali membuktikan perannya sebagai pemain penting di momen krusial. Bukan playmaker murni, bukan pencetak gol utama, tetapi selalu hadir saat Juventus membutuhkan energi dan determinasi.

Klasemen Serie A

Hasil imbang ini membuat Juventus tetap berada di peringkat keempat klasemen dengan 33 poin dari 18 laga. Mereka gagal mendekati AC Milan, Inter, dan Napoli di papan atas. Sementara itu, Lecce patut berbangga. Tambahan satu poin membawa mereka menjauh dari zona degradasi dan memperkuat kepercayaan diri dalam persaingan ketat papan bawah Serie A.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan