Gempa di HAB ke-80! Wagub Reny Serukan Moderasi dan Harmoni saat Kemenag Genapi 80

Gempa di HAB ke-80! Wagub Reny Serukan Moderasi dan Harmoni saat Kemenag Genapi 80

Perayaan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI di Sulteng

Suasana halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng pagi ini dipenuhi semangat yang luar biasa. Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, secara langsung memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI. Peristiwa bersejarah ini menjadi momen penting dalam memperingati delapan dekade pengabdian institusi yang menjaga kerukunan bangsa di tanah Celebes.

Sebagai Inspektur Upacara, Wagub Reny dengan penuh keyakinan membacakan amanat Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Tema besar “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” disampaikan dengan lantang, seperti pekik perang melawan segala bentuk perpecahan. Pesan utamanya jelas: kerukunan adalah benteng terakhir dari persatuan Indonesia!

Dalam sambutan menteri yang dibacakan oleh Wagub Reny, terungkap fakta mengejutkan! Selama 80 tahun, Kemenag tidak hanya menjaga ibadah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam moderasi beragama dan penyedia layanan publik yang adil. Mereka terus berevolusi, menghadapi arus zaman dengan keteguhan dan keberanian!

Salah satu strategi yang digunakan adalah penguatan ekonomi umat. Kemenag dikabarkan akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengoptimalkan potensi pesantren dan menggalang dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, hingga infak. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian dan sejahtera bagi rakyat!

Tidak berhenti di situ! Sektor pendidikan juga menjadi medan pertempuran. Kualitas madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi keagamaan akan ditingkatkan secara masif. Inovasi kurikulum dan penguatan fasilitas dilakukan tanpa ampun!

Program andalan ‘Desa Sadar Kerukunan’ disebut-sebut sebagai senjata rahasia. Program ini dimaksudkan untuk menjadi benteng nyata yang menjaga toleransi di tengah kemajemukan masyarakat yang kian panas!

Ancaman era digital pun tidak dianggap remeh! Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag diperintahkan untuk bertransformasi total. Mereka harus menjadi prajurit digital yang adaptif, profesional, dan berintegritas tinggi. Teknologi harus dikuasai untuk memperkuat pelayanan dan merajut kerukunan!

Dalam momen penuh keharuan ini, Wagub Reny mengambil langkah strategis. Penghargaan diserahkan kepada sejumlah pihak yang dinilai berjasa besar. Isyaratnya jelas: dedikasi dan pengorbanan bagi harmoni bangsa akan dibalas dengan penghormatan setinggi-tingginya!

Upacara bergengsi ini tidak dihadiri oleh sembarang orang. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin, hadir memimpin barisan. Unsur Forkopimda dan seluruh ASN Kemenag Sulteng juga memadati lokasi, menunjukkan kesatuan komando yang solid di front pertahanan kerukunan!

Dengan ditutupnya upacara ini, satu pesan tersirat kuat: di usia ke-80, Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Sulteng siap memimpin perlawanan terhadap segala ancaman perpecahan. Moderasi dan harmoni bukan lagi wacana, tetapi perintah tempur yang harus dimenangkan! Perjuangan 80 tahun baru saja memasuki babak baru!


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan