
Evaluasi dan Strategi Baru dalam Musda Kwarda Pramuka Jawa Timur 2025
Musyawarah Daerah Kwartir Daerah (Musda Kwarda) Pramuka Jawa Timur 2025 diadakan di Hotel Mercure, Surabaya, pada malam hari Selasa (9/12). Acara ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi berbagai aspek kegiatan kepramukaan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan antusiasme generasi muda dalam mengikuti kegiatan pramuka.
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, M. Arum Sabil, menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek. Pengurus menilai bahwa kegiatan kepramukaan perlu diarahkan agar lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Hal ini dilakukan sesuai dengan keahlian dan minat mereka.
Menurut Arum, tantangan terbesar datang dari perubahan karakter generasi muda. Mereka kini memiliki cara berekspresi dan gaya hidup yang berbeda dibandingkan pendekatan pembina sebelumnya. Metode pembinaan yang dianggap usang sering kali dinilai kurang menarik bagi peserta.
"Kemampuan akademik saja tidak cukup. Jika anak-anak tidak memiliki keterampilan (skill), maka hal tersebut tidak akan bermakna dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pembinaan harus disesuaikan dengan minat dan kompetensi para peserta," ujar Arum.
Salah satu contoh pengembangan kemampuan yang ditekankan adalah bidang otomotif, elektronik, penulisan, fotografi, maupun media sosial. Strategi lain yang disiapkan adalah mengintegrasikan kegiatan pramuka dengan dunia digital, seni, dan budaya, sesuai dengan ekspresi anggota.
Dengan pendekatan ini, Arum berharap dapat memudahkan penyampaian nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda. Tidak hanya itu, langkah ini juga bertujuan untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini yang harus kami benahi bagaimana menyampaikan misi organisasi, namun mereka merasa senang, bahagia, dan terfasilitasi kebutuhannya. Karena tidak mungkin anak-anak dicokoki dengan pemikiran lama. Meskipun tujuannya baik, tetapi belum tentu cara lama bisa diterima," jelas Arum.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Gerakan Pramuka
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut hadir dalam forum musyarawarah tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap program Kwarda Pramuka Jawa Timur selama lima tahun terakhir yang berjalan sesuai harapan. Berbagai tantangan dari Pemprov Jatim berhasil diatasi.
Beberapa contoh program yang telah dilaksanakan antara lain pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, serta bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) atau bedah rumah.
"Harapan saya gerakan pramuka ini menjadi mitra strategis untuk menggembleng generasi muda penerus bangsa menjadi lebih baik," kata Emil.
Fokus pada Keterampilan dan Minat Generasi Muda
Pada acara ini, banyak diskusi mengenai bagaimana mengembangkan keterampilan dan minat generasi muda melalui kegiatan pramuka. Beberapa bidang yang diprioritaskan antara lain:
- Teknologi dan digital
- Seni dan budaya
- Keterampilan praktis seperti otomotif dan elektronik
- Keterampilan komunikasi dan penulisan
Program-program ini dirancang agar peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Dengan demikian, peserta dapat mengembangkan potensi diri secara optimal.
Masa Depan Pramuka di Jawa Timur
Arum menekankan bahwa pramuka harus terus berkembang agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan, pramuka perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan minat peserta.
Selain itu, pramuka juga harus menjadi wadah yang membantu peserta dalam mengembangkan kepribadian, keterampilan, serta semangat kebersamaan. Dengan begitu, peserta tidak hanya menjadi anggota pramuka, tetapi juga individu yang tangguh dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kesimpulan
Musda Kwarda Pramuka Jawa Timur 2025 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan merancang strategi baru dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan. Dengan fokus pada keterampilan, minat, dan kebutuhan generasi muda, pramuka di Jawa Timur siap menjadi agen perubahan positif. Dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar