
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Menerima Bantuan Internasional
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mualem, menyatakan bahwa pihaknya tidak keberatan menerima bantuan dari negara lain. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks bantuan yang diberikan untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh.
Menurut Mualem, menolak bantuan internasional di masa sekarang adalah tindakan yang salah. Ia menegaskan bahwa bantuan dari luar disalurkan dengan tepat, termasuk dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang memberikan dokter dan obat-obatan.
“Mereka dalam beberapa hari ini, mungkin Rabu akan datang dan membawa obat sebanyak 3 ton lagi, bersama banyak dokter datang ke Aceh,” tambahnya.
Mualem juga mengungkapkan bahwa dirinya selalu memberi lampu hijau bagi semua pihak yang ingin memberikan bantuan kepada Aceh. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan terkait hal tersebut. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memverifikasi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.
“Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semuanya lancar,” ucap Mualem.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mempersulit bantuan yang diberikan oleh pihak luar. “Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh,” tuturnya.
Sebelumnya, berita menyebut bahwa Mualem mendatangkan tim dari China untuk mendeteksi mayat yang tertimbun lumpur maupun longsoran tanah. Menurut Mualem, tim tersebut tengah menyisir lokasi terdampak banjir yang parah untuk menemukan mayat yang belum berhasil dievakuasi.
“Itu kepakaran mereka, itu tugas mereka yang datang ke sini,” lanjutnya.
Menurut penjelasan Mualem, tim tersebut bukan berasal dari pemerintah China, melainkan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ia menjelaskan bahwa LSM tersebut juga berkaitan dengan pemerintah.
Penindakan Tegas terhadap Pihak yang Menyalahgunakan Bantuan
Dalam kesempatan yang sama, Mualem mengungkapkan bahwa pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja mengambil bantuan untuk kepentingan sendiri hingga tak disalurkan.
“Makanya kita perlu kesadaran dalam membantu masyarakat kita, jangan ambil kesempatan dalam air keruh,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa hal ini perlu ditegaskan karena masyarakat Aceh, terutama yang tinggal di pedalaman, belum sepenuhnya mendapatkan bantuan yang cukup.
Rapat dengan Presiden Prabowo
Mengenai rapat dengan Presiden Prabowo, Mualem mengatakan bahwa setiap pihak terkait memberikan laporan kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang tidak nyambung akan disambungkan, dan yang kurang akan diperbaiki.
“Banyak fasilitas yang kurang, kita bereskan dalam pembicaraan bersama Bapak Presiden tadi. Secepat mungkin kita pulihkan,” terangnya.
Mualem juga menyampaikan bahwa saat ini masih terjadi kekurangan relawan hingga tenaga medis di lokasi bencana. “Semuanya kurang, lebih-lebih tenaga medis, dokter kita kurang. Maka tadi pembahasan mungkin yang akan menjadi dokter mungkin akan kita perbantukan,” lanjutnya.
Daerah Terdampak Berat
Dari 18 daerah kabupaten/kota di Aceh, menurut Mualem, ada 4 yang terdampak berat yakni Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Takengon. Ia menjelaskan bahwa daerah-daerah lain juga mengalami dampak, meski tidak sebesar daerah-daerah tersebut.
“Lain semua ada sedikit, ada beberapa kecamatan. Kalau kita lihat seperti Tamiang, kita bandingkan mereka dari gunung sampai ke laut, habis semua,” tukasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar