
Penjelasan Terkait Video Hoaks yang Menyebut Gubernur Bali Mengumumkan Program Hadiah
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengumumkan sebuah program hadiah akhir tahun dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Namun, setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Narasi yang Beredar
Video tersebut dibagikan oleh beberapa akun Facebook dan menampilkan wajah serta ucapan Gubernur Bali. Dalam narasi video, Koster menyatakan bahwa total hadiah yang akan diberikan sebesar Rp 100 juta. Masyarakat yang tertarik diminta untuk mendaftar melalui tautan yang tersedia di dalam unggahan video tersebut.
Namun, informasi ini tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak ada data resmi terkait program tersebut di situs web resmi BPD Bali maupun laman pemerintah daerah Bali.
Penelusuran dan Klarifikasi Pemprov Bali
Setelah video tersebut beredar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan pernyataan resmi. Dalam unggahan di Instagramnya, Pemprov Bali menyatakan bahwa video tersebut adalah hoaks yang dibuat menggunakan AI oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pernyataan resmi Pemprov Bali berbunyi:
"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan konten tersebut. Pastikan selalu memeriksa informasi melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Bali dan kanal resmi BPD Bali."
Tim Cek Fakta Melakukan Pemeriksaan
Tim Cek Fakta kemudian melakukan pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan alat Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas sebesar 91 persen dibuat dengan bantuan teknologi AI generatif.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis, dapat disimpulkan bahwa video yang menampilkan Gubernur Bali mengumumkan program hadiah akhir tahun dari BPD Bali adalah konten yang dimanipulasi. Tidak ada informasi resmi terkait program tersebut di situs web resmi Pemprov Bali maupun BPD Bali.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Jika ingin memperoleh informasi yang valid, sebaiknya merujuk pada sumber resmi seperti situs web pemerintah atau akun media sosial yang telah diverifikasi.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tidak menyebarkan konten yang belum diketahui kebenarannya. Dengan kesadaran diri dan kritis terhadap informasi yang diterima, masyarakat bisa membantu mencegah penyebaran hoaks di lingkungan sekitarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar