
Pemprov Lampung Mulai Tahun Kerja 2026 dengan Pengawasan Langsung
Pemerintah Provinsi Lampung memulai tahun kerja 2026 dengan langkah pengawasan langsung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan fasilitas layanan publik pada Jumat (2/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal sejak hari pertama kerja.
Sidak menjadi sinyal penting bagi publik bahwa disiplin aparatur sipil negara dan kualitas layanan dasar tetap menjadi prioritas. Di tengah tuntutan transparansi dan kinerja birokrasi yang semakin tinggi, kehadiran langsung pimpinan daerah dinilai memberi pesan kuat soal keseriusan pengawasan.
Pengawasan Serentak di OPD
Inspeksi dilakukan secara serentak oleh tiga tim. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung tim utama, sementara dua tim lainnya dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan serta Asisten Administrasi Umum Sulpakar.
Gubernur menegaskan sidak ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan disiplin ASN sesuai regulasi yang berlaku. Ia menekankan bahwa kehadiran dan kinerja ASN sejak awal tahun berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan publik.
“Sidak ini untuk memastikan disiplin ASN benar-benar dijalankan dan kinerja perangkat daerah berjalan sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Gubernur saat meninjau OPD di lingkungan Setda Provinsi Lampung.
Fokus pada Layanan Kesehatan Rujukan
Selain kantor pemerintahan, Gubernur juga meninjau RSUD Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan utama di Lampung. Rumah sakit ini memiliki peran strategis karena menjadi tujuan akhir rujukan pasien dari kabupaten dan kota.
Menurut Gubernur, pelayanan kesehatan tidak boleh mengalami penurunan meski berada di awal tahun anggaran. Ia menyoroti kondisi RSUD Abdul Moeloek yang saat ini menghadapi kelebihan kapasitas pasien.
“Semua rujukan terakhir dari kabupaten dan kota itu ke Abdul Moeloek. Tidak ada rumah sakit lain lagi, sehingga pelayanannya harus tetap optimal,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau Instalasi Farmasi, IGD, poliklinik umum, hingga ruang rawat inap bedah. Ia juga berdialog langsung dengan pasien untuk mendengar pengalaman layanan yang diterima.
Salah satu pasien, Sutrisno (62), warga Lampung Tengah, menyampaikan kepuasannya terhadap layanan kesehatan yang ia terima selama menjalani pengobatan dengan BPJS.
“Saya kemoterapi tulang sudah tiga tahun pakai BPJS. Alhamdulillah pelayanannya sangat baik,” ujarnya.
Evaluasi dan Langkah Lanjutan
Pemprov Lampung juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan ke depan. Gubernur menyebut RSUD Abdul Moeloek akan mendapatkan dukungan pengembangan fasilitas, termasuk penyediaan layanan LASIK pada 2026 yang ditargetkan menjadi yang pertama di wilayah Sumbagsel.
Sementara itu, hasil sidak di 15 OPD menunjukkan tingkat kehadiran ASN tergolong baik, meski masih diperlukan pembinaan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai disiplin ASN menjadi fondasi penting bagi pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen menjaga konsistensi pengawasan agar pelayanan publik tetap berjalan efektif dan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi terus terjaga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar