Pemprov Sulut Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu inisiatif terbaru adalah peresmian Kios TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) di Pasar Bersehati, Manado, oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK), pada Jumat (12/12/2025).
Pasar Bersehati merupakan pasar tradisional terbesar dan tertua di Sulawesi Utara yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Didirikan pada tahun 1973, pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang sangat vital bagi banyak pedagang dari berbagai latar belakang etnis, termasuk dari daerah seperti Minahasa, Bitung, dan Gorontalo.
Peresmian Kios TPID dilakukan langsung oleh Gubernur YSK, yang kemudian dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tersebut. Dalam sambutannya, YSK menegaskan bahwa kehadiran Kios TPID bukanlah upaya untuk menakuti masyarakat, melainkan sebagai pusat kontrol harga yang dapat memberikan informasi akurat tentang harga minyak, bawang, beras, serta komoditas lainnya.
Tujuannya agar tidak ada harga liar beredar. Di sini masyarakat bisa melihat harga secara transparan, ujarnya.
YSK juga menyampaikan bahwa saat ini inflasi di Sulut dalam posisi terkendali. Meskipun sektor pangan mengalami deflasi, sektor non-pangan justru menunjukkan kenaikan signifikan. Ia menyoroti bahwa inflasi non-pangan akhir tahun ini mendekati 10 persen, namun secara keseluruhan inflasi year on year berada pada angka 0,64 persen, yang merupakan capaian yang sangat baik.
Namun, ia tetap memperingatkan adanya risiko deflasi ekstrem yang harus diwaspadai karena produksi pangan sedang menurun. Oleh karena itu, Kios TPID akan berperan sebagai pusat informasi cepat dan akurat, sehingga dapat mencegah gejolak harga akibat meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang perayaan keagamaan dan pergantian tahun.
Gubernur YSK juga meminta agar keberadaan Kios TPID tidak hanya terbatas di Pasar Bersehati. Ia menyarankan agar Kios TPID diperluas, khususnya di daerah-daerah dengan dinamika harga yang cukup ekstrem seperti Tondano dan Tomohon.
Terkait operasional, YSK memberikan instruksi tegas agar Kios TPID bekerja penuh setiap hari. Tidak boleh ada hari kosong. Kalau ada celah satu hari saja, tikus-tikus liar bisa masuk. Semua hari harus aktif agar pengawasan maksimal, katanya.
Setelah peresmian, Gubernur YSK menyusuri lorong-lorong Pasar Bersehati, menyapa para pedagang, berdialog dengan pembeli, serta mengecek harga beberapa kebutuhan pokok. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat yang sedang beraktivitas di pasar.
Melalui agenda ini, Pemprov Sulut menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan stok, serta memperlancar distribusi, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan aman dan nyaman menjelang Natal dan Tahun Baru.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar