
GIC Tidak Bisa Dibiayai APBD, Pemda Ajak Donasi dan Hibah
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Gorontalo tidak mampu menangani pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC). Hal ini disampaikan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan GIC di kawasan Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Kamis (12/12/2025).
"APBD pertama pasti tidak mampu. Kemudian APBD tidak diperuntukkan untuk hal-hal seperti ini," ujarnya.
Meski demikian, Gusnar menegaskan bahwa jalur pendanaan melalui hibah tetap terbuka. "Namun kalau ada hibah dari APBD itu pasti bisa," tambahnya.
Saat ini, yayasan telah merampungkan pembebasan lahan seluas 1,6 hektar untuk area inti dan akses masuk. Lahan tersebut dibeli menggunakan Rp 2 miliar dari total Rp 3,2 miliar dana awal yang sudah terkumpul.
Selain itu, penyusunan detail engineering design (DED) masih berlangsung untuk menentukan kebutuhan anggaran keseluruhan. Proses ini akan memastikan bahwa semua aspek pembangunan dapat dipersiapkan dengan baik.
Kontribusi Internasional Diharapkan Mempercepat Pembangunan
Gusnar juga menyampaikan bahwa kontribusi internasional sangat mungkin masuk dan justru bisa mempercepat pembangunan GIC. "Kalau ada donasi dari mana saja, termasuk dari luar negeri, termasuk juga yang diproyeksikan kita mencari donasi dari negara Timur Tengah bisa saja, kalau itu jadi malah lebih cepat," jelasnya.
Pihaknya berharap dukungan dari pihak luar negeri dapat segera terealisasi agar pembangunan GIC dapat segera dimulai.
Lokasi Strategis di Titik Temu Tiga Wilayah
Selain soal anggaran, Gusnar juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi GIC. Ia menilai kawasan Talulobutu Selatan berada pada titik strategis di jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR), yang menghubungkan tiga daerah.
"Di sini ada Desa Talulobutu (Bone Bolango), di sebelahnya ada Kelurahan Sipatana (Kota Gorontalo) dan di sebelah Kabupaten Gorontalo ada Desa Pilohayanga," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan di titik temu tiga wilayah ini memungkinkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, hingga perdagangan. "Tapi yang paling penting tadi itu, pengembangan wilayah agar supaya semua berkembang bersama di sini," tambahnya.
Masa Depan GIC yang Menjanjikan
Dengan posisi strategis dan potensi dukungan dari berbagai sumber, GIC diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan budaya yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan wilayah Gorontalo secara keseluruhan.
[GAMBAR-0]
[GAMBAR-1]
[GAMBAR-2]
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar