Cella, Bookfluencer yang Menginspirasi dengan Gaya Unik
Di tengah keramaian acara World Cyber Games (WCG) x Motion IME 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, hadir sosok yang tak asing bagi para penggemar buku. Cella, seorang bookfluencer yang dikenal dengan gaya uniknya dalam membagikan konten tentang buku, hadir di acara tersebut. Ia sedang melakukan cosplay salah satu karakter anime sambil menyapa para pengunjung yang hadir.
Cella, yang lebih dikenal melalui akun Instagram @cellabacabuku, sering menjadi sorotan di media sosial karena kontennya yang viral. Konten-kontennya tidak hanya mengajak penonton untuk membaca buku, tetapi juga diselingi dengan gimik marah-marah yang membuatnya semakin menarik perhatian.
Awal Mula Kebiasaan Membaca Buku
Ditemui oleh tim pembrita Bogor di lokasi acara, Cella menceritakan awal mula ia terlibat dalam dunia bookfluencer. Menurutnya, hal ini dimulai dari hobi yang ia tekuni sejak lama.
Awalnya kan karena hobi ya dulu, karena nemu buku-buku ini bagus nih (buat dibahas). Terus ku coba deh memberitahukan ke seluruh dunia bahwa buku ini bagus lewat kontenku, ujar Cella dengan senyum ramah.

Buku Pertama dan Favorit
Buku pertama yang ia bahas di akun Instagram miliknya adalah The Phantom of the Opera karya Gaston Leroux. Namun, buku favoritnya adalah Rasha karya penulis asal Bangladesh bernama Muhammed Zafar Iqbal. Buku ini menceritakan kisah remaja asal Dhaka bernama Rasha yang hidup di daerah yang asing, dengan cara-cara yang mirip dengan Tan Malaka.
Julukan "Anti-Villain Dunia Pendidikan"
Cella juga menjelaskan soal julukan Anti-Villain Dunia Pendidikan yang sering tercantum di bio akun medsosnya. Menurutnya, julukan ini merujuk pada pendekatannya dalam membaca buku. Ia mengatakan bahwa membaca buku harus dilakukan dengan cara apapun, termasuk dengan kekerasan.
Termasuk dengan kekerasan, makanya aku bikin konten dengan cara memaksa sambil marah-marah ke audiens aku, jelasnya sambil tertawa.
Tantangan dalam Gaya Konten
Meski memiliki gaya konten yang unik, Cella mengakui ada tantangan dalam menjalankannya. Salah satunya adalah banyaknya audiens yang kurang memahami buku apa yang ia bahas. Bahkan, ada yang berkomentar bahwa mereka malas membaca buku ketika ia membuat konten.
Baca buku fiksi maupun non fiksi gak melelahkan sih menurutku. Tapi, bagiku yang melelahkan ketika ketemu orang-orang yang ngeyel, teriak malas baca buku gitu (di kolom komentar), ujarnya.
Saran untuk Pembaca Buku
Untuk menghadapi tantangan ini, Cella menyarankan kepada orang-orang yang ingin mulai membaca buku fiksi agar membuat dirinya tertarik terhadap buku. Ia menyarankan:
- Baca buku motivasi
- Buku real life
- Atau buku yang tipis-tipis (halamannya)
Ia tidak menyarankan untuk membaca non fiksi yang berat karena bisa membuat orang berhenti membaca buku.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar