Hanya Kali Ini, James Cameron Ditolak Berulang! Rahasia Di Balik Ambisi Visinya untuk Empat Film Ava

Hanya Kali Ini, James Cameron Ditolak Berulang! Rahasia Di Balik Ambisi Visinya untuk Empat Film Avatar

Visi yang Tak Terbantahkan dari James Cameron

Film Avatar telah menjadi salah satu karya terbesar dalam sejarah perfilman. Dengan visual yang menakjubkan dan cerita yang menggugah, film ini berhasil menciptakan dunia yang nyata hingga membuat penonton merasa seperti berada di tengah hutan Hallelujah yang melayang. Pemandangan itu tidak hanya menghasilkan miliaran dolar, tetapi juga mengubah cara kita melihat dunia.

Namun, bagi James Cameron, penciptaan sekuel dari film yang sukses besar ini bukanlah tentang efek visual semata. Ini adalah perjuangan visi, sebuah pertarungan di antara para eksekutif studio yang seringkali membatasi imajinasi kreatif. Studio 20th Century Fox, yang kini menjadi bagian dari Disney, ingin film tersebut utuh dan tidak terpecah-pecah. Mereka fokus pada anggaran dan risiko, sementara Cameron melihat cerita yang lebih luas.

Cameron memiliki pandangan bahwa jika empat film dipadatkan, banyak hal penting akan hilang. Ia melihat bagian-bagian dari Pandora yang harus dikorbankan. Pertanyaannya bukanlah "bisakah ini dilakukan?", tetapi "bagaimana caranya?" Dan jawabannya melibatkan investasi besar-besaran.

Jawaban yang Cerdik dan Langsung

Awalnya, studio keberatan dengan rencana Cameron untuk memperluas cakupan cerita menjadi empat film. Keberatan mereka didasarkan pada kekhawatiran anggaran yang fantastis dan risiko memecah film menjadi potongan-potongan kecil. Namun, Cameron, yang telah membuktikan kemampuannya dengan film pertamanya yang menghasilkan pendapatan di atas $2 miliar (sekitar Rp32,4 triliun), memiliki jawaban yang cerdik.

Ia menjawab kekhawatiran finansial studio dengan tegas: "Saya mendapat cukup banyak penolakan dari studio. Jawaban balasan saya adalah, 'Sebentar. Gimana lagi cara kalian untuk bisa meraih 2 miliar dolar atau sekitar Rp32,4 triliun lagi yang masih perlu dipertanyakan?'" ucapnya.

Argumentasi Cameron tak terbantahkan. Sebagai sutradara film terlaris sepanjang sejarah, ia tahu pasti cara meraih pendapatan di atas angka tersebut. Reaksi eksekutif terhadap naskah Avatar 4: "Holy F***"

Kembang-Bilang yang Tidak Terduga

Cameron juga berbagi kisah yang menunjukkan betapa radikal dan ambisius visinya terus berkembang seiring penulisan naskah. Untuk naskah Avatar 2 (yang kemudian menjadi The Way of Water), ia menerima tiga halaman catatan perbaikan dari studio. Untuk Avatar 3, catatan perbaikan berkurang drastis menjadi hanya satu halaman.

Namun, kejutan terjadi ketika ia menyerahkan naskah untuk Avatar 4. Ia menerima respons paling singkat dan tak terduga dari seorang eksekutif kreatif studio: "Ketika saya menyerahkan naskah untuk 4, eksekutif studio, eksekutif kreatif yang mengawasi film-film tersebut, mengirimi saya email yang berbunyi, 'Holy f*.' Dan saya berkata, 'Lalu, mana catatannya?' Dan dia menjawab, 'Itu catatannya.' Karena film itu memang menjadi gila (gokil) dengan cara yang baik."

Kesuksesan yang Mengubah Dunia

Keberhasilan luar biasa dari film-film Avatar selanjutnya, termasuk Avatar: The Way of Water yang juga menghasilkan lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp32,4 triliun di box office, membuktikan bahwa keyakinan Cameron pada visinya, meskipun awalnya ditentang, pada akhirnya terbayar lunas. Visinya terlalu ambisius untuk dipahami pada awalnya, tetapi terbukti tak ternilai harganya di pasar global.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan