
SUBANG, nurulamin.pro - Kasus penemuan mayat korban pembunuhan ditemukan di sebuah perkebunan di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Subang Jawa Barat, pada Sabtu(3/1/2026) akhirnya berhasil diungkap oleh Jajaran Satreskrim Polres Subang.
Mayat pria lansia tersebut diketahui bernama Hengky Rumba (67) warga Jl Kakatua II No 64 RT 02/04 Kelurahan Parang Kecamatan Mamajang Kota Makassar Sulawesi Selatan, yang berprofesi sebagai konsultan
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan, setelah dilakukan proses penyidikan selama seminggu, akhirnya pelaku berhasil diringkus pada Sabtu(10/1/2026) malam sekitar pukul 23.45 WIB oleh pihak Jatanras dan Resmob Polda Jabar.
"Pelaku berjumlah 1 orang, yakni pria berinisial NW(33) warga Dusun Cibeureum, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy Subang, rumah pelaku tak jauh dari TKP tempat ditemukannya mayat korban," kata AKBP Dony Eko Wicaksono, dalam press release-nya, Senin(12/1/2026) pagi.
Kronologis Kejadian Pria di Subang Habisi Nyawa Konsultan
Pada Sabtu(3/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, warga Desa Wantilan digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat pria dengan kondisi penuh luka bacok dibagian wajah.
Mayat pria lansia diketahui bernama Hengky Rumba (67) warga Jl Kakatua II No 64 RT 02/04 Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar Sulawesi Selatan, yang berprofesi sebagai konsultan.
Saksi, Aan Gunawan, mengungkapkan saat itu dirinya melintas disekitaran TKP menggunakan sepeda motor berboncengan dengan anaknya.
"Sekitar pukul 12.30 WIB, saya melintas disekitaran perkebunan blok 6 Kampung Pasirjati 2 RT 14 RW 06 Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy. Saat itu tiba-tiba anak saya menjerit, hingga membuat saya kaget. Ternyata anak saya melihat ada sesosok mayat tergeletak disebuah kebun," ujar Aan.
Seketika itu, Kata Aan dirinya langsung berhenti untuk memastikan apa yang dilihat oleh anaknya tersebut.
"Setelah saya pastikan ternyata benar itu mayat, saya langsung memberitahu warga di sekitaran TKP dan langsung melaporkan ke Babinsa Desa Wantilan," katanya.
Lanjut Aan, dirinya bersama Babinsa, dan warga sekitaran TKP, kembali memastikan mayat tersebut, ternyata berjenis kelamin laki-laki.
"Babinsa langsung melaporkan ke petugas piket Polsek Cipeundeuy, selanjutnya anggota Polsek langsung mendatangi TKP dan memasang garis Polisi," ucapnya.
Hasil Olah TKP Lokasi Penemuan Mayat di Subang
Berdasarkan hasil olah TKP pihak Inafis Polres Subang, korban di ketahui seorang pria lansia dengan kondisi terdapat beberapa luka bacokan dibagian wajah, Kepala, dan tangan.
Mayat lansia tersebut diduga merupakan korban tindak pidana kekerasan, karena di wajah korban ditemukan beberapa luka bacokan senjata.
Adapun ciri-ciri korban, kulit sawo matang, memakai celana jeans warna navy, kaos hitam bergambar Ikan, bertuliskan Japan, juga memakai jaket warna hitam, serta sepatu Adidas warna hitam.
Polisi juga menemukan kartu identitas di Saku celana korban, setelah di lakukan pengecekan sidik jari ternyata cocok indentitas itu dengan sesosok mayat tersebut.
Selanjutnya untuk memastikan penyebab kematian korban, pihak Inafis Polres Subang membawa jasad pria lansia tersebut ke RSUD Ciereng Subang, kemudian mayat tersebut dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya di RS Bhayangkara Indramayu.
Motif Pelaku Habisi Korban
Pelaku NW(33) yang berprofesi sebagai buruh serabutan dan pencari biawak tersebut tega menghabisi korban karena sakit hati.
"Awalnya, korban meminta dijemput di Gerbang Tol Kalijati sepulang mudik Natal dan Tahun Baru dari Klaten, Jawa Tengah. Pelaku sempat menolak karena kondisi saat itu sedang hujan, sehingga terjadi cekcok melalui telepon yang memicu emosi pelaku," katanya.
Menurutnya, dalam kondisi kesal akhirnya pelaku menjemput korban di Kalijati, menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam milik pelaku.
Ditengah perjalanan pelaku menjemput korban, korban kembali menelepon dan memarahi pelaku karena dianggap terlalu lama.
"Pelaku akhirnya kesal tak terima dimarahi korban, hingga akhirnya pelaku kembali ke rumah untuk mengambil sebilah golok," ungkap Dony.
Setelah mengambil golok di rumahnya, pelaku kembali menjemput korban. Korban pun berhasil di jemput dan selama diperjalanan keduanya kembali terlibat cekcok.
"Sesampainya di TKP, pelaku berhenti dengan alasan ingin buang air kecil. Saat korban lengah, pelaku menyerang korban dengan membabi buta menggunakan golok dari arah belakang hingga menyebabkan korban tewas mengenaskan, karena mengalami luka bacok dibagian kepala, muka, leher dan tangan," ucapnya.
Demi menghilangkan jejak, kemudian pelaku langsung menyeret jasad korban ke area perkebunan dan meninggalkannya.
Selain itu kata Dony, motif pelaku juga ada urusan ekonomi. Pelaku sudah kenal dekat dengan korban dan dipercaya oleh korban.
"Pelaku juga ternyata berani menggadaikan motor Scoopy warna putih milik korban," ucapnya.
Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik pelaku, satu unit Honda Scoopy milik korban, pakaian pelaku, serta satu unit ponsel.
"Adapun senjata tajam jenis golok, ponsel korban, dan tas korban saat ini masih dalam daftar pencarian barang (DPB)," ucapnya.
Akibat perbuatannya, pelaku saat ini mendekam.di rumah Tahanan Mapolres Subang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Pelaku terancam dijerat Pasal 458 UU RI No. 1 Tahun 2025 tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun," tegas Kapolres.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar