Hapidin jadi pahlawan Persibat di Stadion Sarengat yang diguyur hujan lebat

Hapidin jadi pahlawan Persibat di Stadion Sarengat yang diguyur hujan lebat

nurulamin.pro, BATANG - Hujan deras yang mengguyur Stadion Mohammad Sarengat, Minggu (11/1/2026) sore menjelang malam, tak memadamkan semangat para pemain Persibat Batang. 

Meski laga sempat terhenti akibat genangan air, Persibat tetap menunjukkan mental baja dan sukses mengamankan poin penuh usai menaklukkan Wijayakusuma FC Cilacap dengan skor tipis 1- 0 pada lanjutan Liga 4 Jawa Tengah.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persibat tampil agresif di bawah arahan mantan pemain Persib Bandung, Jajang Sukmara. 

Di tengah lapangan yang licin, gelandang bernomor punggung 10, Hapidin, menjadi motor serangan. 

Pada menit ke 10, ia melakukan solo run menusuk jantung pertahanan Wijayakusuma. 

Stadion bergemuruh ketika bola sontekannya mengarah ke gawang, namun kiper Ridho Tri Waluyo masih sigap menepis peluang emas tersebut.

Derasnya hujan memaksa wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-20. 

Selama 15 menit, para pemain menepi, sementara penonton bertahan di tribun, sebagian berpayung, sebagian lagi rela basah demi mendukung tim kebanggaan mereka. 

Genangan air di beberapa sisi lapangan menjadi saksi betapa kerasnya perjuangan sore itu.

Setelah laga dilanjutkan, kedua tim saling menekan. 

Namun hingga turun minum, skor kacamata 0-0 masih bertahan.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan justru meningkat. 

Hapidin kembali menjadi pembeda lewat kerja samanya dengan Ahmad Faisal yang beberapa kali merepotkan barisan belakang Wijayakusuma. 

Hingga akhirnya momen yang ditunggu datang di menit ke-86.

Dari sebuah pelanggaran di dekat kotak penalti, Persibat mendapat hadiah tendangan bebas. 

Hapidin berdiri di belakang bola, menghela napas sejenak, lalu melepaskan umpan melengkung ke jantung pertahanan lawan. 

Muhammad Hamam menyambutnya dengan sundulan keras. 

Bola meluncur deras menembus gawang Wijayakusuma. 

Gol! Stadion Sarengat pun meledak dalam sorak sorai.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Persibat hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persibat, Lukas, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya, saat berlaga di kandang.

“Puji Tuhan, akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan kemarin. Saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain. Mereka membuktikan kesiapan dan mentalnya, meski kondisi lapangan tidak mudah,” kata Lukas saat dikonfirmasi Tribunjateng, Senin (12/1/2026).

Apresiasi serupa disampaikan Manajer Persibat Batang, Achmad Dahlan.

Ia menilai kemenangan kemarin di kandang sendiri, lahir dari kerja keras kolektif seluruh tim.

“Alhamdulillah, meskipun hujan dan lapangan becek, pemain tetap tampil total. Kemenangan ini adalah hasil kerja tim, bukan individu,” ucap Dahlan.

Dengan hasil ini, Persibat Batang menatap laga berikutnya dengan kepercayaan diri. 

Tim berjuluk Laskar Alas Roban itu dijadwalkan kembali berlaga di Stadion Mohammad Sarengat pada Rabu (14/1/2026), menghadapi ISP Purworejo pada pertandingan leg kedua.

Di tengah hujan dan lumpur, Persibat membuktikan bahwa semangat tak pernah bisa dihentikan cuaca. (Ito)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan