Harga bahan pokok Jateng melonjak menjelang Natal, Pemprov siap intervensi

Harga bahan pokok Jateng melonjak menjelang Natal, Pemprov siap intervensi

Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Karangayu

Peningkatan harga sejumlah bahan pokok (sembako) di pasar-pasar, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Di antaranya, Pasar Karangayu di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami lonjakan harga yang melebihi harga acuan pemerintah (HAP). Hal ini diketahui setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan pengecekan langsung terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tersebut.

Harga Bahan Pokok yang Mengalami Lonjakan

Dalam pengecekan tersebut, ditemukan bahwa kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabai dan bawang merah. Contohnya, harga cabai rawit merah mencapai Rp73.333 per kilogram, sedangkan HAP untuk cabai rawit merah ditetapkan pada angka Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting mencapai Rp58.000 per kilogram, jauh di atas HAP yang hanya Rp55.000 per kilogram.

Bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan, dengan harga saat ini mencapai Rp48.000 per kilogram, sementara HAPnya hanya Rp41.500 per kilogram. Selain itu, harga beras medium tercatat di angka Rp13.667 per kilogram, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram. Untuk tepung terigu, harga yang berlaku adalah Rp11.833 per kilogram, sedangkan rata-rata provinsi hanya Rp11.663 per kilogram.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Namun, ia menilai kenaikan yang terjadi masih dalam batas yang dapat diintervensi oleh pemerintah. "Pasar Karangayu ini memang salah satu tolak ukur kita. Memang ada lonjakan, terutama cabai dan bawang merah," ujarnya.

Langkah Pemerintah Daerah untuk Stabilisasi Harga

Untuk mengatasi lonjakan harga ini, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah stabilisasi. Salah satunya adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), yang bertujuan untuk menjual bahan pokok dan bumbu dapur dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar.

Dalam program GPM, bahan pokok seperti bawang merah dijual dalam kemasan 500 gram dengan harga Rp22 ribu dan bawang putih seharga Rp16 ribu. Cabai rawit setan dijual seharga Rp19.500 per 250 gram, sedangkan cabai merah keriting dijual seharga Rp18.000 per 250 gram. Harga telur ayam juga tetap stabil di angka Rp26.000 per kilogram.

Selain itu, Bulog menyampaikan bahwa stok beras aman untuk delapan bulan ke depan, yang merupakan kabar positif bagi stabilitas harga. "Tinggal bagaimana kita menahan gejolak agar inflasi tidak naik," tambah Luthfi.

Penjelasan dari Para Pedagang

Para pedagang di Pasar Karangayu juga menyampaikan pengalaman mereka terkait kenaikan harga. Susianti, seorang pedagang bahan pokok, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Misalnya, harga bawang merah sempat mencapai Rp65 ribu per kilogram, sebelum turun sedikit menjadi Rp55 ribu. Bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Andri, pedagang lainnya, menyebutkan bahwa harga bawang merah kecil dan sedang masing-masing mencapai Rp42.000 dan Rp47.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting harganya mencapai Rp62.000 per kilogram. Ia menduga kenaikan harga disebabkan oleh distribusi yang tidak merata dan stok yang tidak cukup.

Penyebab Kenaikan Harga

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga antara lain kurangnya stok bahan pokok dan kesulitan dalam distribusi. Diperkirakan, permintaan yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru juga turut memengaruhi kenaikan harga. Namun, para pedagang tetap berharap bahwa harga akan kembali stabil setelah masa liburan berakhir.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan