
Harga Bahan Pangan Strategis Masih Tinggi, Berikut Rinciannya
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mencatat bahwa harga sejumlah bahan pangan utama masih berada pada tingkat tinggi. Hal ini menunjukkan tekanan terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah. Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp80.350 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar Rp32.600 per kilogram. Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah.
Berdasarkan data PIHPS Nasional yang dirilis pada Sabtu (13/12) pagi pukul 09.40 WIB, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional menunjukkan variasi pada beberapa komoditas strategis. Contohnya, harga bawang merah tercatat sebesar Rp53.250 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp40.050 per kilogram. Perbedaan harga ini dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih bahan baku masakan.
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat beberapa kualitas beras dengan harga yang berbeda-beda. Beras kualitas bawah I dijual dengan harga Rp14.350 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II berada di Rp14.300 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I tercatat Rp15.850 per kilogram, dan beras kualitas medium II di level Rp15.750 per kilogram. Untuk beras kualitas super I, harganya mencapai Rp17.050 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II berada di angka Rp16.600 per kilogram.
Dari kelompok hortikultura, harga cabai merah besar tercatat mencapai Rp58.950 per kilogram, cabai merah keriting berada di Rp65.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp59.900 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini sangat berdampak pada masyarakat karena cabai sering digunakan sebagai bahan dasar masakan.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp41.400 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp140.550 per kilogram, dan daging sapi kualitas II berada di kisaran Rp132.750 per kilogram. Harga daging sapi yang tinggi ini bisa memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama yang memiliki pendapatan terbatas.
Pada komoditas gula, gula pasir kualitas premium tercatat di harga Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp18.150 per kilogram. Perbedaan harga ini bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih jenis gula yang akan dibeli.
Adapun harga minyak goreng curah tercatat Rp18.800 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dijual dengan harga Rp22.500 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II berada di angka Rp21.500 per liter. Kenaikan harga minyak goreng ini juga turut memengaruhi biaya pengeluaran rumah tangga.
PIHPS Nasional menjadi salah satu acuan utama pemantauan harga pangan nasional, terutama untuk melihat dinamika harga bahan pokok di tingkat konsumen. Dengan adanya PIHPS, pemerintah dan masyarakat dapat lebih mudah memantau perkembangan harga bahan pokok secara real-time.
Daftar Harga Bahan Pokok Terkini
- Cabai rawit merah: Rp80.350 per kilogram
- Telur ayam ras: Rp32.600 per kilogram
- Bawang merah: Rp53.250 per kilogram
- Bawang putih: Rp40.050 per kilogram
- Beras kualitas bawah I: Rp14.350 per kilogram
- Beras kualitas bawah II: Rp14.300 per kilogram
- Beras kualitas medium I: Rp15.850 per kilogram
- Beras kualitas medium II: Rp15.750 per kilogram
- Beras kualitas super I: Rp17.050 per kilogram
- Beras kualitas super II: Rp16.600 per kilogram
- Cabai merah besar: Rp58.950 per kilogram
- Cabai merah keriting: Rp65.000 per kilogram
- Cabai rawit hijau: Rp59.900 per kilogram
- Daging ayam ras: Rp41.400 per kilogram
- Daging sapi kualitas I: Rp140.550 per kilogram
- Daging sapi kualitas II: Rp132.750 per kilogram
- Gula pasir kualitas premium: Rp19.800 per kilogram
- Gula pasir lokal: Rp18.150 per kilogram
- Minyak goreng curah: Rp18.800 per liter
- Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp22.500 per liter
- Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp21.500 per liter
Dengan data harga tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam mengatur pengeluaran dan mencari alternatif bahan baku yang lebih murah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar