Harga emas Antam melonjak menjadi Rp 2,45 juta per gram pada 12 Desember 2025

Harga emas Antam melonjak menjadi Rp 2,45 juta per gram pada 12 Desember 2025

Harga Emas Antam Kembali Naik, Penguatan Berlanjut Selama Tiga Hari

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren kenaikan kuat pada Jumat, 12 Desember 2025. Setelah dua hari berturut-turut bergerak naik, harga emas hari ini kembali mencatatkan penguatan signifikan dan memperpanjang reli menjadi tiga hari.

Pada perdagangan pagi ini, harga emas Antam naik sebesar Rp 22.000 dan kini berada di level Rp 2.453.000 per gram. Untuk perbandingan, pada Kamis 11 Desember 2025, harga emas masih berada di posisi Rp 2.431.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam, yaitu harga yang diberikan Antam bila konsumen menjual emasnya, juga ikut merangkak naik. Hari ini, buyback juga naik sebesar Rp 22.000 menjadi Rp 2.313.000 per gram.

Kenaikan buyback tentu menjadi kabar baik bagi investor yang berniat melepas emasnya, karena selisih harga jual kembali kini semakin kompetitif. Hal ini memberi peluang bagi para pemegang emas untuk memperoleh keuntungan lebih besar saat menjual kembali emas mereka.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 12 Desember 2025

Berikut daftar lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran:

  • 0,5 gram : Rp 1.275.500
  • 1 gram : Rp 2.453.000
  • 2 gram : Rp 4.846.000
  • 3 gram : Rp 7.244.000
  • 5 gram : Rp 12.040.000
  • 10 gram : Rp 24.025.000
  • 25 gram : Rp 59.937.000
  • 50 gram : Rp 119.795.000
  • 100 gram : Rp 239.512.000
  • 250 gram : Rp 598.515.000
  • 500 gram : Rp 1.196.820.000
  • 1.000 gram (1 kg) : Rp 2.393.600.000

Dengan harga yang terus merangkak naik, emas Antam kembali menunjukkan daya tariknya sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Kenaikan harga selama tiga hari beruntun membuka peluang terjadinya rekor baru, terutama jika sentimen global masih mendukung penguatan emas.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kenaikan harga emas antara lain:

  • Perubahan suku bunga yang cenderung turun, membuat emas menjadi alternatif investasi yang lebih menarik.
  • Ketidakstabilan politik dan ekonomi global, yang meningkatkan permintaan akan aset aman seperti emas.
  • Kenaikan inflasi yang mendorong investor mencari aset yang dapat melindungi nilai uang mereka.

Selain itu, permintaan emas dari kalangan masyarakat juga terus meningkat, terutama dalam bentuk emas batangan yang mudah dibeli dan dijual. Hal ini membuat Antam tetap menjadi salah satu produsen emas terbesar di Indonesia.

Kesimpulan

Kenaikan harga emas Antam yang terjadi selama tiga hari beruntun menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi aset mereka dari risiko inflasi dan ketidakstabilan pasar. Dengan harga yang terus meningkat, emas Antam tidak hanya menjadi alat investasi, tetapi juga simbol kekayaan dan stabilitas finansial.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan