Harga Emas Antam Tembus Rp2,453 Juta per Gram, Rekor Baru Menjelang Akhir Tahun

Harga Emas Antam Tembus Rp2,453 Juta per Gram, Rekor Baru Menjelang Akhir Tahun

Harga Emas Antam Melonjak Tajam di Akhir Tahun

Harga emas Antam kembali mengalami kenaikan signifikan pada Jumat, 12 Desember 2025. Harga resmi mencapai Rp2.453.000 per gram, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang bulan Desember 2025. Kenaikan harian sebesar Rp22.000 ini memperpanjang tren penguatan empat hari berturut-turut, dengan total kenaikan sebesar Rp65.000 sejak awal pekan.

Selain harga jual, nilai buyback juga meningkat menjadi Rp2.313.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback tetap stabil di angka Rp140.000, meskipun permintaan fisik terus meningkat menjelang liburan Natal dan akhir tahun.

Pengumuman kenaikan harga emas Antam dilakukan melalui situs logammulia.com pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, harga sempat naik sebesar Rp13.000 pada sesi pagi, mencapai level Rp2.444.000 per gram. Pada akhir hari, harga menembus level tertinggi sebesar Rp2.453.000 per gram.

Kenaikan harga emas global juga turut berkontribusi pada penguatan harga emas Antam. Indeks XAU/USD berada di kisaran US$2.660 per troy ounce, sementara rupiah melemah ke posisi Rp16.250 per dolar AS. Selain itu, pembelian emas oleh sejumlah bank sentral juga memberikan dorongan tambahan terhadap reli harga emas.

Daftar Harga Emas Antam 12 Desember 2025

Berikut adalah daftar harga emas Antam untuk berbagai ukuran pada 12 Desember 2025 (belum termasuk PPh 22):

  • 0,5 gram: Rp1.276.500
  • 1 gram: Rp2.453.000 | buyback Rp2.313.000
  • 2 gram: Rp4.856.000
  • 3 gram: Rp7.254.000
  • 5 gram: Rp12.040.000
  • 10 gram: Rp24.025.000
  • 25 gram: Rp59.937.000
  • 50 gram: Rp119.795.000
  • 100 gram: Rp239.512.000
  • 500 gram: Rp1.196.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.393.600.000

Pecahan 1 gram tetap menjadi pilihan utama bagi investor ritel. Level harga Rp2.453.000 per gram menjadi rekor tertinggi sepanjang Desember 2025.

Pergerakan Harga Emas di Tempat Lain

Di Pegadaian, harga emas diperkirakan naik sebesar Rp20.000, mencapai kisaran Rp2.693.000 per gram. Buyback di Pegadaian berada di tingkat Rp2.338.000 per gram. Meskipun lebih tinggi dari harga Antam, likuiditas di Pegadaian masih kalah kuat dibandingkan pasar nasional.

Pergerakan harga emas di UBS dan Galeri 24 juga mengikuti tren reli harian, meski tidak sebesar kenaikan yang terjadi pada emas Antam. Hal ini menunjukkan bahwa pasar emas nasional tetap responsif terhadap dinamika harga global dan kondisi ekonomi dalam negeri.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas antara lain:

  • Penguatan harga emas global Indeks XAU/USD berada di kisaran US$2.660 per troy ounce.
  • Pelemahan rupiah Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp16.250.
  • Pembelian emas oleh bank sentral Permintaan dari sektor institusi terus mendorong kenaikan harga.

Dengan kondisi ini, harga emas Antam terus mengalami peningkatan yang signifikan, terutama menjelang akhir tahun. Investor dan masyarakat umumnya mulai mempertimbangkan investasi emas sebagai bentuk perlindungan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan