Harga emas global melonjak setelah The Fed potong suku bunga

Harga Emas Dunia Menguat, Mencapai Level Tertinggi dalam Satu Bulan

Harga emas dunia mengalami peningkatan signifikan pada hari Kamis (11/12/2025) waktu setempat. Penguatan ini terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), melakukan pemangkasan suku bunga. Di tengah situasi ini, harga perak juga melonjak dan mencapai rekor tertinggi.

Menurut laporan yang diterbitkan pada Jumat (12/12/2025), harga emas spot naik sebesar 1,2 persen menjadi 4.280,08 dollar AS per ons pada pukul 13.42 waktu New York atau 01.42 WIB. Angka ini menyentuh level tertinggi sejak tanggal 21 Oktober. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup dengan kenaikan sebesar 2,1 persen pada 4.313 dollar AS.

Di sisi lain, harga perak spot juga mengalami kenaikan hampir 4 persen menjadi 64,22 dollar AS per ons. Harga ini mendekati rekor 64,31 dollar AS yang dicatatkan pada sesi sebelumnya. Analis dari Marex, Edward Meir, menyebutkan bahwa perak tampaknya mendorong emas naik bersamanya. Selain itu, perak juga memberikan dorongan positif bagi platinum dan paladium.

Pelemahan dollar AS ke posisi terendah delapan minggu membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri. Edward Meir menambahkan bahwa inflasi belum benar-benar kembali ke target 2 persen The Fed. Oleh karena itu, penurunan suku bunga dalam kondisi inflasi yang masih belum optimal sangat menguntungkan emas.

The Fed telah memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut sebesar 25 basis poin pada Rabu (10/12/2025). Namun, bank sentral memberi sinyal kemungkinan jeda pemangkasan selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk memantau data pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih agak tinggi.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena merupakan aset tanpa imbal hasil. Presiden AS Donald Trump terus mendorong penurunan suku bunga sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari lalu. Calon Ketua The Fed berikutnya yang diajukan Trump diperkirakan akan melanjutkan kebijakan tersebut. Kevin Hassett, seorang penasihat ekonomi Gedung Putih, disebut sebagai kandidat terdepan.

Investor kini sedang menunggu rilis data non-farm payrolls AS pada 16 Desember untuk melihat arah kebijakan The Fed ke depan. Di pasar lainnya, harga platinum naik sebesar 2,5 persen menjadi 1.697,61 dollar AS, sedangkan paladium naik 1,1 persen ke 1.492,55 dollar AS.

Perubahan Regulasi di India

Regulator dana pensiun India pada Rabu mengizinkan investasi dana pensiun ke dalam ETF emas dan perak. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan minat investor terhadap logam mulia.

Kondisi Pasar dan Prediksi

Dengan adanya penurunan suku bunga dan pelemahan dollar AS, pasar logam mulia terlihat sangat positif. Investor dan analis memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut selama kondisi ekonomi tetap stabil. Selain itu, kebijakan The Fed dan data ekonomi AS akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar logam mulia ke depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan